FASHION — Tangerang selama ini lebih dikenal sebagai salah satu kawasan industri penting di sekitar Jakarta. Pabrik-pabrik berdiri dari Balaraja hingga Cikupa. Sebagian di antaranya memproduksi alas kaki yang kemudian melangkah jauh, bahkan menempel di kaki konsumen dengan merek-merek internasional.
Industri itu rupanya tidak hanya melahirkan produk untuk pasar global. Ia juga menumbuhkan keberanian pelaku usaha lokal untuk ikut bermain di industri alas kaki. Salah satunya melalui sandal.
Tridaca hadir sebagai salah satu merek alas kaki lokal yang menawarkan sandal untuk kebutuhan sehari-hari. Desainnya cenderung sederhana, ringan, dan mengutamakan kenyamanan. Koleksinya menyasar pria, wanita, hingga anak-anak.
Pilihan produknya cukup beragam. Ada sandal selop pria dengan bantalan empuk yang dirancang untuk bersantai di rumah. Model Premium Class tersedia dalam kombinasi warna biru, hijau, dan abu-abu.
Untuk mereka yang menyukai gaya lebih sederhana, Tridaca menawarkan sandal jepit pria dengan desain minimalis. Bentuknya ringan dan mudah dipadukan dengan pakaian kasual.
Sementara untuk perempuan, tersedia sandal dengan pilihan warna netral seperti hitam dan beige. Ada pula sandal slop dengan aksen pita dan hak atau platform sekitar 5 sentimeter. Model ini mencoba mempertemukan fungsi sandal santai dengan sentuhan fesyen.
Tridaca juga memiliki model sandal Baim untuk perempuan dewasa ukuran 36-41. Model bergaya clog ini dirancang dengan perhatian pada pijakan dan penggunaan di area yang cenderung basah.
Keragaman tersebut menunjukkan bagaimana sandal telah bergeser dari sekadar alas kaki rumah menjadi bagian dari gaya hidup. Orang memilih sandal bukan hanya karena fungsinya, tetapi juga karena bentuk, warna, kenyamanan, dan kesesuaiannya dengan aktivitas.
Bagi merek lokal seperti Tridaca, pasar digital menjadi etalase yang tidak mengenal batas gang atau kawasan industri. Produk-produknya dapat ditemukan melalui sejumlah platform e-commerce, termasuk Shopee Indonesia dan Tokopedia.
Tangerang mungkin memang dikenal sebagai tempat produksi alas kaki untuk pasar dunia. Namun di tengah hiruk-pikuk kawasan industrinya, tumbuh pula cerita lain: pelaku lokal yang mencoba membuat alas kaki dengan mereknya sendiri.
Sandal, yang kerap dianggap sederhana, ternyata bisa menjadi pintu masuk untuk ikut merasakan geliat industri alas kaki—dari Tangerang menuju pasar yang lebih luas. (*






