Semantara itu, Lisiawati Lase, yang menjadi pandega di DPC PDI Perjuangan dalam mengembangkan senam ini, menambahkan, seluruh gerakannya, Sicita memiliki 4 rangkaian. Yakni teknik pernafasan dan memberi semangat, pemanasan dengan 3 gerakan, 5 gerakan inti, dan penutup. Dari seluruh tahapan tersebut, tiap gerakannya memiliki nilai filosofis tersendiri.
“Pertama, gerakan tangan kanan di bahu kanan dan tangan kiri di pinggang yang menyimbolkan gotong royong atau bahu membahu. Kedua, gerakan hormat dengan posisi tangan kanan di pinggang sebagai penghormatan dari jiwa kita ke orang lain. Dilanjutkan gerakan tangan kanan dilipat diatas tangan kiri dan salam yang bermakna persatuan serta rasa syukur. Lalu diakhiri tepuk tangan dan bersorak sebagai lambang semangat,” paparnya.
Menurut wanita yang juga menjabat sebagai Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Tangerang ini, nilai-nilai budaya juga akan kental terasa saat melakukan senam. Karena, kata dia, lantunan musik-musik daerah dan nasional diaransemen secara apik sehingga menambahkan semangat.
“Ada 9 lagu yang digabungkan. Diantaranya, Bagimu negeri, Garuda Pancasila, Manuk Dadali, Kampuang Man Jauh di Mato, Ampar-Ampar Pisang, Ondel-Ondel, Yamko Rambe Yamko, Sipatokaan, Kebyar-Kebyar,” tandasnya.






