“Pelayanan rumah sakit Primaya Hospital luar biasa bagus sekali. Dan, operasi udah selesai, Allhamdulillah sudah terang mata, tinggal kita mengikuti petunjuk dokter. Terimakasih untuk kantor pajak dan Primaya Hospital,” katanya.CEO Primaya Hospital, Leona A. Karnali menambahkan, Primaya Hospital mendukung penuh program penanggulangan gangguan penglihatan yang dicanangkan oleh pemerintah. Menurutnya, kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis ini merupakan bentuk komitmen Primaya Hospital dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami akan terus berupaya untuk terus bertumbuh guna menjangkau masyarakat secara lebih luas. Selain melalui bakti sosial, kami juga terus mengembangkan layanan kesehatan kami untuk memberikan solusi kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Berdasarkan data di International Agency for the Prevention of Blindness, Indonesia merupakan negara ketiga tertinggi di dunia yang penduduknya terganggu penglihatannya. Tahun 2020, sekitar 35 juta penduduk Indonesia terganggu penglihatannya dan 3,7 juta di antaranya buta. Sekitar 80 persen kebutaan disebabkan oleh katarak. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang, ditemukan 11.104 orang penderita katarak di tahun 2018, sementara baru sejumlah 1.729 penderita yang dioperasi.
Untuk diketahui, Primaya Hospital merupakan rumah sakit dengan standar pelayanan PRIMA: Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan dan Asertif, yang mengutamakan mutu keselamatan pasien.
“Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) dengan teknologi yang mumpuni serta memberikan layanan pasien dengan jaminan dari berbagai perusahaan, asuransi, BPJS, maupun pribadi,” papar Leona.






