Pun demikian, lanjut Sumantri, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dan peduli. Sebagai contoh, bisa memberikan informasi terkait adanya pelanggaran yang terjadi, dan tidak terpantau oleh Bawaslu maupun Panwas. Sehingga Pemilu berjalan dengan baik.
“Tujuan kita kan sama, menginginkan Pemilu berjalan dengan baik, juju dan adil serta berlangsung umum, bebas dan rahasia,” tandasnya.







Bagja menyatakan, perlu strategi menghadapi pengawasan pemilu yang berbarengan dengan pengawasan pilkada. “Misalnya kalau terjadi pilpres putaran kedua itu sekitar akhir Juni yang juga merupakan tahapan kampanye pilkada. Kalau seperti itu, hati-hati. Karena selain sengketa hasil di MK juga ada sengketa proses pilkada,” jelas sarjana hukum dari Universitas Indonesia ini.Dia pun meminta pimpinan Bawaslu daerah menjelaskan kepada Panwascam mengenai honor yang mengalami keterlambatan. “Kemarin memang ada masalah yang membuat keterlambatan satu sampai dua bulan honor. Bapak/Ibu perlu menjelaskan dengan berkonsultasi kepada sekretariat mengenai permasalahannya, sehingga bisa dimengerti..kunjungi website kami https://ninercaphell.com/ untuk mengatuhin informasi informasih terpopuler