Liputan

Diduga Belum Kantongi Izin, Bangunan JDEYO Bilyard & Cafe Cisoka Ancam Keselamatan Warga

×

Diduga Belum Kantongi Izin, Bangunan JDEYO Bilyard & Cafe Cisoka Ancam Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini

JEJAK KATA | Kabupaten Tangerang – Bangunan JDEYO Bilyard & Cafe yang berlokasi di Kampung Saga RT 004/003, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, diduga belum mengantongi izin lingkungan dan menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar.

Diduga Belum Kantongi Izin, Bangunan JDEYO Bilyard & Cafe Cisoka Ancam Keselamatan Warga
Diduga Belum Kantongi Izin, Bangunan JDEYO Bilyard & Cafe Cisoka Ancam Keselamatan Warga

Abah Jaya (60), warga yang rumahnya berada tepat di belakang bangunan tersebut, mengaku hingga kini belum pernah menandatangani persetujuan maupun menerima kompensasi apa pun dari pihak pengelola. Bahkan, ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah karena khawatir terjadi ambruk susulan.

Menurut Abah Jaya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu ia bersama keluarga tengah berkumpul di dalam rumah ketika terdengar suara reruntuhan keras.

“Awalnya saya kira ranting pohon jatuh. Tapi pas dicek ke samping rumah, ternyata pagar bangunan bilyard roboh dan menimpa bagian rumah saya,” ujarnya kepada awak media, Rabu (4/2/2026).

Pasca kejadian tersebut, Abah Jaya bersama istri dan keluarga tidak berani lagi menempati rumahnya. Hingga kini, mereka terpaksa menumpang tidur di rumah tetangga karena takut pagar setinggi sekitar 3,5 meter itu kembali ambruk.

Ironisnya, laporan yang telah disampaikan kepada pihak RT dan RW sejak lebih dari satu bulan lalu belum juga mendapatkan tindak lanjut.

“Saya sudah empat kali lapor ke RT dan RW, tapi belum ada tanggapan. Dari pemerintah juga tidak ada yang datang. Saya ini orang kecil, pengennya cuma hidup tentram,” ungkap Abah Jaya dengan nada kecewa. Ia juga menegaskan bahwa rumah yang ditempatinya memiliki bukti kepemilikan berupa girik yang diketahui pihak kelurahan.

“Tanah ini punya abah, surat giriknya ada dan lurah juga tahu. Tapi bangunan bilyard itu katanya sudah tanda tangan lingkungan. Demi Allah, abah tidak pernah tanda tangan atau terima imbalan apa pun,” tegasnya.

Abah Jaya mengaku kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Bagian dapur rusak, karpet hancur, dan rumah dinilainya sudah tidak layak huni.

“Rumah abah kaya kandang kambing. Kalau ketimpa lagi, abah mau tinggal di mana? Mau ngontrak juga gak ada uang,” keluhnya.
Sementara itu, Suarsih, istri Abah Jaya, turut mengungkapkan rasa trauma atas kejadian tersebut.

“Jam 8 malam itu lagi kumpul keluarga, kaget ada suara keras. Ternyata pagar roboh. Sampai sekarang pemilik bilyard gak pernah datang. Kami cuma pengen keadilan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini pihak pengelola hanya meminta bersabar tanpa ada kejelasan.

“Kata mereka ‘entar sabar’, tapi sampai sekarang gak ada realisasi. Abah sehari-hari cuma tukang pijat, saya kuli. Kami orang susah,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait segera turun tangan meninjau legalitas bangunan tersebut serta memberikan perlindungan dan keadilan bagi masyarakat kecil yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *