Jejak KataWisata dan Kuliner

Cerita Turun-temurun dan Makam Keramat Gajah Barong di Tigarakasa

×

Cerita Turun-temurun dan Makam Keramat Gajah Barong di Tigarakasa

Sebarkan artikel ini
ILUSATRASI: Gambar dibuat dengan menggunakan AI

JEJAK KATA, Wisata – Di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang atau sekitar radius 3 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, ada makam keramat yang kerap didatangi oleh para peziarah. Warga sekitar meyakini bahwa ini adalah makam Gajah Barong.

Belum ada sumber yang menyebutkan secara pasti memang dari mana asal-usul Gajah Barong ini. Namun berdasarkan cerita turun temurun dari masyarakat di sekitar wilayah tersebut, Gajah Barong adalah pengawal Sultan Hasanudin atau Sultan Maulana Hasanudin, pendiri Kesultanan Banten sekaligus penguasa pertama kerajaan Islam di Banten.

Sultan Hasanudin sendiri merupakan putra kedua dari Nyi Kawunganten, putri dari Prabu Surasowan yang dipersunting oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Nyi Kawunganten merupakan sosok yang membuka hutan Lebak Sungsang, yang kini menjadi wilayah Kedokanbunder.

Sejak kecil Sultan Hasanudin telah diberi gelar Pangeran Sabakingking atau Seda Kikin oleh kakeknya, Prabu Surasowan. Begitu sang prabu wafat, kedudukannya diwariskan pada putranya yang bernama Arya Surajaya atau Prabu Pucuk Umun yang kemudian memerintah di wilayah Banten Girang di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran.

Lokasi Makam Gajah Barong di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang | Istimewa

“Kalau cerita dari turun temurun, Ki Gajah Barong ini dulunya pengawal Sultan Maulana Hasanudin, pendiri Kesultanan Banten,” ujar juru kunci Makam Keramat Gajah Barong, Nurdin Purwanto (63).

Menceritakan keberadaan Gajah Barong di desa tersebut, menurut Nurdin, karena waktu itu Gajah Barong sedang menghadiri sebuah pesta di wilayah Pesanggerahan, yang saat ini menjadi nama sebuah desa di wilayah tersebut. Karena Gajah Barong waktu itu mengenakan pakaian compang-camping, dan tidak menunjukkan bahwa ia adalah seorang prajurit atau pengawal Sultan Maulana Hasanudin, ia tidak dianggap oleh orang-orang yang berada di arena pesta tersebut.

Melihat sikap warga desa yang dinilai terlalu membeda-bedakan kasta serta tidak mau menerima kehadirannya, Gajah Barong pun pergi meninggalkan tempat itu.

Tidak cukup sampai di situ, setelah beberapa waktu ia menghilang dari warga yang menghinanya tersebut, dia kembali datang dengan penampilan yang berbeda dengan sebelumnya. Gajah Barong nampak terlihat gagah mengendarai kuda dengan pakaian keprajuritan.

Sontak, warga yang sebelumnya menghinanya, berubah menjadi begitu baik dan terkagum-kagum terhadap sosok Gajah Barong. Namun sikap kagum serta hormat warga desa tersebut tidak membuat sosok Gajah Barong luluh. Justru malah membuatnya semakin geram. Karena, sikap dan prilaku warga desa terhadap dirinya itu dinilai hanya berpura-pura.

Pada saat para warga mempersilahkan Gajah Barong masuk ke arena pesta, dia menolak. Dengan suara lantang Gajah Barong melontarkan kalimat-kalimat pedas terhadap warga dan yang punya hajat.

“Oh, begini orang di kampung ini hanya melihat pakaian dan kendaraan, kalau orang biasa tidak digubris,” begitulah kalimat Gajah Barong yang dikutip dari buku Inventarisasi dan Dokumentasi Data Seni Budaya Kabupaten Tangerang yang diterbitkan Disporbudpar Kabupaten Tangerang tahun 2014.

Dalam buku ini, setelah marah dan mengucapkan kalimat tersebut, Gajah Barong meninggalan tempat pesta lalu menancapkan kerisnya serta meletakkan pakaian keprajuritannya itu di dekat keris tersebut sambil berkata, “Nah, ini yang kalian mau dan kalian hargai!”

Saat ini, Makam Gajah Barong ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Tangerang. Pada hari-hari tertentu, makam yang dikeramatkan itu banyak didatangi peziarah. Biasanya, para peziarah yang datang di makam Gajah Barong ini, mereka yang sedang punya hajat serta tujuan tertentu. Mulai dari ingin menjadi pejabat, hingga hajat-hajat lainnya. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *