Liputan

Dari Matras ke Podium, Atlet Senam Tangerang Pulang dengan 20 Medali

×

Dari Matras ke Podium, Atlet Senam Tangerang Pulang dengan 20 Medali

Sebarkan artikel ini
Tangerang Gymnastics Club (TGC) sukses mengukir prestasi pada ajang Indonesia Open 2026 dengan memboyong total 20 medali, terdiri atas 10 medali emas, 8 medali perak, dan 2 medali perunggu | Sumber: TGC Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang – Suara tepuk tangan bergema di arena Indonesia Open 2026. Di atas matras, para pesenam muda melompat, berputar, dan mendarat dengan presisi yang membuat penonton menahan napas. Di balik gerakan yang tampak ringan itu, tersimpan berjam-jam latihan, keringat, dan disiplin yang tak terlihat.

Kerja keras itu kini berbuah manis. Tangerang Gymnastics Club (TGC) Kota Tangerang berhasil membawa pulang 20 medali dari ajang Indonesia Open 2026. Rinciannya, 10 medali emas, 8 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia olahraga Kota Tangerang. Di tengah dominasi cabang olahraga populer seperti sepak bola dan bulu tangkis, para atlet senam muda membuktikan bahwa mereka juga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Indonesia Open 2026 yang berlangsung selama tiga hari menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka. Di arena kompetisi itu, atlet-atlet TGC tampil konsisten dan mampu bersaing di berbagai kategori serta kelompok usia.

Pelatih Tangerang Gymnastics Club, Alfin Hudayatama, mengaku bangga dengan penampilan anak-anak asuhnya. Menurut dia, hasil yang diraih bukan datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih pada Indonesia Open 2026. Anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan tampil percaya diri di setiap pertandingan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet senam di Kota Tangerang,” ujar Alfin, Kamis (16/7/2026).

Bagi sebagian orang, senam mungkin hanya terlihat sebagai rangkaian gerakan indah. Namun bagi para atlet, setiap gerakan memiliki tingkat kesulitan, risiko, dan penilaian yang ketat. Kesalahan kecil saat mendarat atau kehilangan keseimbangan bisa membuat nilai berkurang.

Karena itu, Indonesia Open bukan sekadar ajang berburu medali. Kompetisi ini juga menjadi sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus menambah jam terbang bertanding di level nasional.

“Setiap pertandingan menjadi proses belajar bagi atlet. Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan agar mereka dapat berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Alfin.

Kesuksesan TGC juga tidak lepas dari peran para orang tua. Di balik setiap atlet muda yang berdiri di podium, ada keluarga yang rela mengantar latihan, menyesuaikan jadwal, hingga memberikan dukungan moral ketika hasil belum sesuai harapan.

Alfin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, orang tua, dan pihak-pihak yang selama ini mendukung perjalanan klub tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang dengan maksimal, para orang tua yang selalu mendampingi, serta semua pihak yang terus mendukung perkembangan Tangerang Gymnastics Club. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya.

Raihan 20 medali itu bukan hanya deretan angka dalam tabel kejuaraan. Ia menjadi penanda bahwa pembinaan olahraga usia dini di Kota Tangerang terus bergerak ke arah yang positif. Dari sebuah matras latihan, mimpi-mimpi besar para atlet muda mulai menemukan jalannya menuju podium yang lebih tinggi.(*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *