JEJAK KATA, Kota Tangerang – Di sebuah kota yang tumbuh nyaris tanpa jeda, jalan bukan sekadar hamparan aspal. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan rumah dengan sekolah, pasar dengan kawasan industri, hingga harapan warga untuk tiba di tujuan tanpa terhambat lubang atau kemacetan.
Menyadari pentingnya peran infrastruktur, Pemerintah Kota Tangerang mulai mempercepat program peningkatan sejumlah ruas jalan prioritas yang akan dikerjakan secara bertahap mulai Juli hingga akhir 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan program tersebut kini telah memasuki tahap pengadaan. Selanjutnya, pekerjaan akan dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari penambalan lubang, pengaspalan ulang, hingga rekonstruksi jalan menggunakan beton maupun hotmix di sejumlah lokasi.
“Program peningkatan ruas jalan yang sudah diagendakan ini telah memasuki proses pengadaan. Nantinya akan mencakup penambalan lubang, pengaspalan ulang, hingga rekonstruksi jalan menggunakan beton atau hotmix di sejumlah titik,” ujar Taufik.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas antara lain Jalan Raya M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Husein Sastranegara Benda, Jalan Raya Bayur Periuk, Jalan Sangego Selatan, Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Sitanala, Jalan Garuda Batuceper, serta Jalan Teuku Umar Karawaci.
Namun, pekerjaan itu tidak berhenti pada memperbaiki jalan yang telah ada. Pemerintah Kota Tangerang juga melanjutkan pembangunan beberapa ruas baru yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Beberapa proyek lanjutan tersebut meliputi pembangunan Jalan Saluran Pembuang Semanan yang menghubungkan Green Lake Cipondoh dengan Jakarta, Jalan Pembuang Semanan dari Poris Indah menuju GOR Gondrong, serta Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat di kawasan Bayur.
Jalur-jalur baru ini diharapkan mampu membagi arus kendaraan yang selama ini bertumpu pada ruas utama, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan efisien.
Pembangunan infrastruktur jalan sejatinya bukan hanya soal mengejar panjang kilometer atau menggelar lapisan aspal baru. Lebih dari itu, kualitas jalan yang baik akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya distribusi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi tumbuh lebih sehat.
Di tengah laju perkembangan Kota Tangerang sebagai kawasan penyangga ibu kota, investasi pada infrastruktur jalan menjadi fondasi penting agar pertumbuhan kota tidak tersendat oleh kemacetan maupun kerusakan jalan.
Karena pada akhirnya, kota yang nyaman bukan hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi, melainkan juga oleh jalan-jalan yang mampu membawa warganya bergerak lebih cepat, lebih aman, dan lebih produktif. (*






