JEJAK KATA, Jakarta – Di balik bentang hutan, sungai, dan ladang migas di Tanjung Jabung Barat, Jambi, tumbuh harapan yang tak kalah bernilai dari sumber daya alam: sumber daya manusia. Harapan itu kini menjelma menjadi empat lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu yang menuntaskan pendidikan berkat beasiswa penuh dari PetroChina International Jabung Ltd.
Mereka adalah M. Bagas Sultan Abighail, Tito Antonio Jr, Nada Aqilah Izzatinnisa, dan M. Daffa Raswiansyah. Empat putra-putri daerah itu menjadi bagian dari 207 lulusan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2025/2026. Di balik toga yang mereka kenakan, tersimpan perjalanan panjang tentang kesempatan yang bertemu dengan kerja keras.
Selama delapan semester, PetroChina membiayai seluruh kebutuhan pendidikan dan tempat tinggal mereka di Cepu. Nilainya mencapai sekitar Rp1,86 miliar. Namun, investasi terbesar sesungguhnya bukan terletak pada angka, melainkan pada lahirnya generasi muda yang siap mengisi masa depan industri energi Indonesia.
Vice President Business Support PetroChina, Alfiani, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah sekitar Blok Jabung. Tujuannya bukan sekadar membantu biaya kuliah, melainkan membentuk tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan nyata sektor energi.
Komitmen tersebut bukanlah langkah sesaat. Program beasiswa telah memasuki periode kedua. Pada angkatan pertama (2019–2023), sembilan mahasiswa menerima manfaat serupa. Kini, empat lulusan berikutnya kembali membuktikan bahwa kesempatan yang diberikan kepada anak daerah mampu melahirkan prestasi.
Di kampus yang dikenal sebagai kawah candradimuka insan energi itu, para mahasiswa ditempa melalui kurikulum vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), diperkaya pengalaman magang industri selama enam bulan, serta kolaborasi erat dengan dunia usaha. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadikan ruang kelas tak lagi berhenti pada teori, tetapi menjelma menjadi jembatan menuju dunia kerja.
Pada akhirnya, keberhasilan empat lulusan ini menyampaikan pesan sederhana: kekayaan sebuah daerah tidak hanya tersimpan di perut bumi, tetapi juga di kepala dan semangat generasi mudanya. Ketika pendidikan diberi ruang untuk tumbuh, manfaatnya akan mengalir jauh melampaui batas wilayah—membawa anak-anak daerah melangkah dari tanah kelahirannya menuju panggung masa depan Indonesia. (*






