Liputan

Lari, Silaturahmi, dan UMKM dalam NotaRace 2026 di Kabupaten Tangerang

×

Lari, Silaturahmi, dan UMKM dalam NotaRace 2026 di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini
NotaRace 2026 yang digelar untuk memperingati HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia (INI)

JEJAK KATA, Tangerang — Pagi di Eastvara BSD City tak hanya dipenuhi derap langkah para pelari. Ribuan peserta NotaRace 2026 menghadirkan suasana yang mempertemukan olahraga, silaturahmi, dan denyut ekonomi lokal dalam satu lintasan.

Ajang yang digelar untuk memperingati HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia (INI) itu dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah. Bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, kegiatan semacam ini bukan sekadar lomba lari, melainkan ruang untuk menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Olahraga dan UMKM berjalan beriringan. Masyarakat menjadi lebih sehat, sementara pelaku usaha lokal ikut merasakan manfaat dari ramainya kegiatan,” ujar Maesyal.

Di sepanjang arena, stan-stan UMKM menjadi bukti bahwa sebuah acara olahraga mampu menggerakkan roda ekonomi. Pengunjung datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga mencicipi kuliner, membeli produk lokal, dan menikmati suasana akhir pekan.

Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menilai kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menjadi promosi yang efektif bagi Kabupaten Tangerang. Hotel, pusat kuliner, hingga destinasi di sekitarnya ikut memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Dr. Irfan Adiansyah, mengungkapkan sekitar 3.700 peserta mengikuti NotaRace 2026, dengan hampir 70 persen di antaranya merupakan notaris dari berbagai penjuru Indonesia.

Menurutnya, profesi notaris tak hanya dituntut memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjaga kesehatan agar tetap mampu mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, NotaRace diharapkan menjadi tradisi yang mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat.

Di tengah laju pembangunan Kabupaten Tangerang, langkah-langkah di lintasan pagi itu menjadi pengingat bahwa sebuah perlombaan dapat meninggalkan jejak yang lebih panjang: mempertemukan manusia, menghidupkan ekonomi lokal, dan mengenalkan wajah daerah kepada Indonesia. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *