Jejak KataLiputan

Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk, Polisi Selidiki Dugaan Jalan Rusak

×

Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk, Polisi Selidiki Dugaan Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

JEJAK KATA, Tangerang—Pagi baru saja dimulai. Di saat banyak orang bersiap membuka usaha, seorang pemilik warung makan justru tak pernah sampai ke pasar. Perjalanan rutinnya berakhir di Jalan Karet 3, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Rabu, 5 Agustus 2026.

Perempuan berinisial P, 45 tahun, warga Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk Hino roda enam di kawasan Industri Akong Cadas.

Jalan itu setiap hari dipadati kendaraan berat. Truk keluar-masuk kawasan industri, sementara warga menggunakan ruas yang sama untuk berangkat bekerja, berbelanja, atau sekadar mencari nafkah. Kombinasi yang sering kali menyisakan pertanyaan lama: apakah ruang jalan masih cukup aman untuk semua?

Kanit Lantas Polsek Sepatan, Iptu Heri Budi Prasetyo, mengatakan polisi menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut keterangan sementara, korban diduga melintas di ruas jalan yang sempit dengan kondisi permukaan yang rusak. Saat itu sepeda motor Honda Beat bernomor polisi G 3804 APF yang dikendarainya diduga kehilangan kendali hingga menyenggol bak truk Hino roda enam dari arah berlawanan.

“Jadi kronologisnya kemungkinan pengendara menyenggol bak truk, kemudian jatuh. Kemungkinan langsung meninggal di tempat,” kata Heri.

Korban kemudian terlindas truk dan meninggal dunia. Jenazah dievakuasi ke rumah sakit, sementara sopir truk berinisial U, warga Parung Panjang, bersama kedua kendaraan yang terlibat diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Meski muncul dugaan kondisi jalan turut menjadi faktor, polisi belum menarik kesimpulan. Heri menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih didalami karena proses pemeriksaan saksi belum sepenuhnya dilakukan.

“Untuk sementara kejadian karena saksi itu anaknya posisi lagi berduka,” ujarnya.

Penanganan perkara kini berada di tangan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Tangerang Kota.

Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahwa di banyak kawasan industri, jalan bukan sekadar jalur distribusi barang. Ia juga menjadi jalur kehidupan warga. Ketika kendaraan bertonase besar berbagi ruang dengan sepeda motor di ruas yang sempit dan diduga rusak, batas antara rutinitas dan tragedi bisa lenyap hanya dalam hitungan detik.

Penyelidikan polisi akan menentukan penyebab utama kecelakaan. Namun di luar proses hukum itu, muncul pertanyaan yang selalu datang setiap kali nyawa melayang di jalan: apakah infrastruktur telah benar-benar memberi ruang yang aman bagi manusia, atau justru lebih ramah bagi laju roda industri daripada keselamatan mereka yang menggantungkan hidup di sekitarnya? (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *