Jejak KataLiputan

Menguak Jejak 1.785 Butir Obat Keras dari Parkiran Wisma Griya Anggrek

×

Menguak Jejak 1.785 Butir Obat Keras dari Parkiran Wisma Griya Anggrek

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Obat daftar G jenis Hexymer yang kerap kali disalahgunakan | Istimewa

JEJAK KATA, Kota Tangerang—Parkiran biasanya hanya tempat kendaraan berhenti. Namun Kamis malam, 6 Agustus 2026, parkiran Wisma Griya Anggrek, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menjadi pintu masuk pengungkapan dugaan peredaran obat keras ilegal.

Polisi menemukan AF (26) tahun, bersama tas selempang hitam. Isinya bukan pakaian atau charger, melainkan 750 butir Tramadol.

Penyelidikan kemudian bergeser ke tempat tinggal AF. Polisi menemukan 1.035 butir Hexymer. Totalnya menjadi 1.785 butir, ditambah satu unit ponsel Realme C75X dan tas selempang yang digunakan menyimpan obat.

Pengungkapan bermula dari informasi mengenai dugaan transaksi obat keras daftar G di kawasan tersebut. Unit Reskrim Polsek Neglasari kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan AF di lokasi.

Kapolsek Neglasari, AKP Imron Mas’adi mengatakan bahwa polisi masih mendalami asal-usul obat, dugaan jaringan pemasok, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Di sinilah perkara menjadi lebih besar daripada sekadar angka 1.785. Sebab menangkap satu orang belum tentu memutus sebuah rantai. Polisi masih harus mencari dari mana obat itu datang, hendak diedarkan kepada siapa, dan sejauh mana peredarannya berlangsung.

Dari peristiwa ini, membuka pertanyaan yang jauh lebih besar: siapa pemasoknya, siapa pasarnya, dan mengapa obat sebanyak itu bisa beredar di luar jalur yang semestinya?

AF kini menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi menyebut perkara tersebut ditangani berdasarkan dugaan tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan sediaan farmasi tanpa memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 435 atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Parkiran Wisma Griya Anggrek mungkin kembali seperti biasa. Kendaraan datang dan pergi. Namun dari tempat itulah polisi kini mencoba mengikuti jejak 750 Tramadol dan 1.035 Hexymer—1.785 butir obat keras yang membawa satu pertanyaan panjang: rantainya berhenti di sini, atau baru mulai terbuka? (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *