JEJAK KATA, Kota Tangerang — Pengendara yang biasa melintas di Jalan Iskandar Muda, Neglasari, Kota Tangerang, perlu menyiapkan rute lain mulai Rabu, 12 Agustus 2026. Ruas jalan tersebut akan diperbaiki, dengan titik pekerjaan antara lain berada di sekitar Kantor Kecamatan Neglasari.
Pemerintah Kota Tangerang tidak menutup jalan secara total. Namun, kendaraan yang melintas tetap akan menghadapi rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup selama pekerjaan berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengatakan, kendaraan kecil masih dapat melintasi Jalan Iskandar Muda secara terbatas. Pengendara yang ingin menghindari titik pekerjaan disarankan menggunakan jalur alternatif.
Rutenya melalui Jalan Bayur–Jalan Kedaung Barat–Jembatan Gantung Kedaung Sepatan–Jalan Tangga Abu–Jalan Iskandar Muda menuju Jalan Marsekal Suryadarma atau Pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jalur yang sama dapat digunakan untuk arah sebaliknya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar mulai memanfaatkan jalur alternatif yang disediakan,” kata Suhaely, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut dia, sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas telah dilakukan beberapa hari terakhir, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Persoalannya sederhana: jalan sedang diperbaiki, tetapi arus kendaraan tidak bisa ikut berhenti. Karena itu, pengendara diminta memperhatikan rambu dan mengikuti pengaturan petugas di lapangan. Sistem buka-tutup disiapkan agar akses tetap tersedia sekaligus memberi ruang bagi pekerjaan konstruksi.
Pemkot Tangerang sebelumnya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk sejumlah ruas jalan yang masuk program perbaikan. Langkah itu menjadi konsekuensi yang harus dihadapi pengguna jalan selama infrastruktur dibenahi.
Pemerintah mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi di lapangan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan jalan ini berlangsung,” ujar Suhaely.
Bagi pengendara, persoalannya bukan sekadar memilih jalan yang lebih panjang atau lebih pendek. Yang perlu diantisipasi adalah perubahan pola perjalanan ketika ruas yang biasa dilalui mulai dipenuhi aktivitas proyek.
Jalur alternatif, pada akhirnya, bukan hanya soal mencari jalan lain. Ia menjadi cara agar perbaikan jalan tetap berjalan tanpa membuat lalu lintas ikut tersandera. (*






