Jejak KataLiputan

30 Ribu Batang Ganja dari Lereng Pegunungan Nagan Raya Dimusnahkan

×

30 Ribu Batang Ganja dari Lereng Pegunungan Nagan Raya Dimusnahkan

Sebarkan artikel ini
BNNP Aceh memusnahkan 30 ribu batang ganja di lahan seluas 12 hektare di Nagan Raya | Foto: Dok. Humas BNNP Aceh

JEJAK KATA, Aceh — Di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, di antara lereng pegunungan Nagan Raya, Aceh, ribuan tanaman ganja tumbuh menjelang perayaan kemerdekaan.

Bukan panen yang ditunggu di sana. Pada Sabtu dan Minggu, 15–16 Agustus 2026, sekitar 30.000 batang ganja berusia empat bulan itu justru dicabut hingga ke akar dan dimusnahkan.

Lahan tersebut berada di dua titik di Dusun Alue Jring, Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Luas keseluruhannya sekitar 12 hektare. Tanaman setinggi 1,5 hingga 3,5 meter itu ditanam dengan jarak sekitar 80 sentimeter dan sebagian besar telah siap dipanen.

Sebanyak 35 personel gabungan BNN Provinsi Aceh dan Polres Nagan Raya harus menembus medan pegunungan untuk mencapai lokasi. Operasi dipimpin Kepala BNN Provinsi Aceh Dedy Tabrani.

Sesampainya di lahan, petugas mencabut tanaman satu per satu. Ganja yang telah dikumpulkan kemudian dimusnahkan di lokasi dengan cara dibakar sesuai prosedur.

Bagi aparat, ladang itu bukan sekadar hamparan tanaman ilegal di kawasan terpencil. Ia merupakan titik awal dari mata rantai panjang peredaran narkotika—dari lahan, distribusi, hingga kemungkinan berakhir di tangan pengguna.

Karena itu, pemberantasan narkotika tidak cukup dilakukan di hilir dengan menangkap pengedar atau pengguna. BNN juga menyasar hulunya: tempat tanaman ditanam dan pasokan diproduksi.

Operasi di pegunungan Nagan Raya menjadi bagian dari strategi tersebut. Memutus tanaman berarti mempersempit salah satu sumber pasokan sebelum bergerak lebih jauh.

Ironisnya, operasi itu berlangsung hanya sehari sebelum Indonesia memperingati ulang tahun kemerdekaan ke-81. Di tengah seremoni bendera dan pidato tentang masa depan bangsa, aparat justru menempuh jalur terjal untuk memastikan ancaman narkotika tidak tumbuh diam-diam di pelosok.

Kemerdekaan, dalam pengertian ini, tidak berhenti pada upacara. Ia juga menyangkut kemampuan negara melindungi warganya dari ancaman yang dapat merusak kesehatan, masa depan generasi muda, dan ketahanan sosial.

BNN menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari semangat War on Drugs for Humanity. Namun medan perang itu bukan hanya ruang kota, terminal, atau tempat hiburan. Ia bisa berada jauh di pegunungan, tersembunyi di balik hutan dan sulit dijangkau.

Dua belas hektare lahan ganja yang ditemukan di Nagan Raya mengingatkan bahwa perang terhadap narkotika dimulai jauh sebelum sebuah paket berpindah tangan.

Di lereng pegunungan itu, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sunyi: mencabut akar masalah sebelum ia menjalar lebih jauh. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *