JEJAK KATA, Tangerang — Kekeringan belum sepenuhnya reda di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Sepanjang 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyalurkan 1,33 juta liter air bersih kepada warga terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan,” kata Ahmad Taufik, Kamis 03 September 2026.
Selama dua bulan, BPBD melakukan 266 kali pengiriman ke 20 kecamatan, 62 desa, dan 144 titik distribusi. Bantuan tersebut menjangkau 54.892 jiwa atau 20.490 kepala keluarga.
Panongan menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak, yakni 73 kali. Berikutnya Tigaraksa 36 kali, Legok 25 kali, Curug 23 kali, dan Balaraja 19 kali.

Kronjo dan Rajeg masing-masing menerima 15 kali pengiriman. Pagedangan 11 kali, Mekar Baru 9 kali, serta Jambe delapan kali.
Namun distribusi belum menjangkau seluruh kecamatan. BPBD mencatat tidak ada pengiriman ke Cisauk, Cisoka, Kemiri, Pakuhaji, Pasar Kemis, Sepatan, Sindang Jaya, dan Teluknaga selama periode tersebut.
Taufik juga menyampaikan, BPBD akan terus memantau kondisi wilayah dan menyesuaikan penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Tangerang menyediakan layanan Call Center 112, telepon 021-5984343, dan WhatsApp 0812-1229-4343 bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan. (*






