JEJAK KATA, Tangerang — Teknologi tepat guna diuji bukan dari kecanggihan bentuknya, melainkan dari kemampuannya menjawab kebutuhan sehari-hari. Prinsip itu terlihat dalam Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 dan Gelar Produk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tingkat Provinsi Banten di Eco Plaza CitraRaya, Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu, 2 September 2026.
Para inovator dari kabupaten dan kota se-Banten membawa karya masing-masing. Teknologi yang ditampilkan diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi di desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, mengatakan bahwa ukuran kemajuan desa bukan semata pembangunan fisik. Kemampuan masyarakat menemukan solusi melalui inovasi justru menjadi salah satu penandanya.
“Desa yang maju bukan yang banyak gedungnya, tetapi bagaimana desa mampu menyelesaikan permasalahan dengan inovasi yang dimiliki demi kemajuan masyarakat,” kata Gunawan.
Karena itu, ajang TTG tahun ini tidak hanya menampilkan produk. Inovasi peserta juga dipertandingkan dalam tiga kategori, yakni Inovasi Teknologi Tepat Guna, TTG Unggulan, dan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi. Produk unggulan Bumdes turut dipamerkan.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Kementerian Desa, BRIN, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah setelah meraih juara umum pada gelaran sebelumnya. Namun, capaian itu bukan sekadar alasan untuk kembali menjadi penyelenggara. Tahun ini, daerah tersebut menjadi tempat untuk melihat sejauh mana inovasi dari desa-desa di Banten mampu diterapkan dan memberi manfaat.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, Syaifullah, yang mewakili Bupati Tangerang, berharap karya yang muncul dari ajang tersebut memiliki manfaat di luar ruang pameran.
“Kami berharap lahir karya-karya inovatif baru yang tidak hanya mandiri secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Syaifullah.
Pemenang TTG tingkat Provinsi Banten akan diumumkan pada Kamis, 3 September 2026, sekaligus menerima piala bergilir Gubernur Banten. Juara pertama selanjutnya berkesempatan membawa inovasi Banten ke tingkat nasional.
Pada titik itu, ukuran keberhasilan teknologi tepat guna menjadi lebih sederhana: bukan seberapa menarik ia dipamerkan, melainkan seberapa berguna ketika kembali dibawa pulang ke desa. (*






