Liputan

BMKG Laporkan Karhutla, Gempa Flores, hingga Pencarian Kapal ke Prabowo

×

BMKG Laporkan Karhutla, Gempa Flores, hingga Pencarian Kapal ke Prabowo

Sebarkan artikel ini
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan perkembangan penanganan karhutla, kondisi pascagempa Flores, serta dukungan informasi meteorologi dan oseanografi untuk pencarian dan penyelamatan kepada Prabowo secara hybrid | Foto: Dok. BMKG

JEJAK KATA, Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya menjadi urusan hujan. Ketika kemarau diperkirakan bertahan hingga akhir Oktober, pemerintah masih harus berhadapan dengan asap, risiko kebakaran, dan kebutuhan informasi cuaca untuk operasi penyelamatan.

Hal itu dibahas dalam rapat terbatas yang diikuti Presiden Prabowo Subianto secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan perkembangan penanganan karhutla, kondisi pascagempa Flores, serta dukungan informasi meteorologi dan oseanografi untuk pencarian dan penyelamatan.

Flores Mulai Memasuki Tahap Pemulihan

Faisal mengatakan kondisi pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur, relatif stabil. Pemerintah daerah mulai dapat mempersiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan keselamatan bangunan.

BMKG, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk gubernur dan Kepala Dinas PUPR. Koordinasi itu mencakup penyediaan data hasil survei kondisi tanah sebagai bahan perencanaan pembangunan kembali.

“Kami sudah berdiskusi dengan gubernur dan Kepala Dinas PUPR untuk memberikan hasil survei kondisi tanah sehingga pembangunan kembali dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan kaidah bangunan tahan gempa,” ujar Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis, 17 September 2026.

Data geofisika tersebut diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah pembangunan yang mempertimbangkan karakteristik tanah dan prinsip bangunan tahan gempa.

Data Cuaca untuk Pencarian KMP Virgo Transport 8

BMKG juga menyampaikan dukungan dalam penanganan insiden KMP Virgo Transport 8. Lembaga tersebut menggunakan data Automatic Identification System (AIS) untuk membantu pemodelan pergerakan kapal, sekaligus memberikan informasi cuaca dan arus laut kepada instansi terkait.

Faisal menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah berawan tanpa hujan. Kecepatan angin berkisar 15–20 knot, tinggi gelombang 1,5–2 meter, sedangkan arus permukaan laut berada pada kisaran 0,4–1,2 knot.

Informasi itu telah disampaikan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk menjadi salah satu referensi dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Data cuaca dan oseanografi tidak serta-merta menjelaskan seluruh kondisi di lapangan. Namun, informasi mengenai angin, gelombang, dan arus dapat membantu tim SAR menyusun analisis serta menentukan strategi operasi.

Asap Riau dan Ancaman Kemarau

Dalam penanganan karhutla, BMKG memantau kondisi atmosfer, sebaran asap, serta arah pergerakan polutan. Informasi tersebut digunakan untuk mendukung langkah mitigasi pemerintah, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan bersama BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Faisal, hasil analisis BMKG menunjukkan sebagian asap yang terpantau di Riau dipengaruhi pergerakan massa udara dari wilayah lain di Sumatera.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa sebaran asap tidak selalu berasal dari sumber kebakaran yang berada di wilayah tempat asap terpantau. Penelusuran sumber dan pergerakannya memerlukan analisis atmosfer serta data lapangan.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Kondisi yang dipengaruhi El Niño tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla dalam beberapa pekan mendatang.

“Upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi perlu terus diperkuat sampai memasuki periode musim hujan,” kata Faisal.

Prabowo Minta Pemerintah Tidak Kehabisan Stamina

Presiden Prabowo meminta jajaran pemerintah memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi menghadapi ancaman karhutla. Ia menyebut kondisi rawan masih berpotensi berlangsung sekitar satu setengah bulan ke depan.

“Kita harus punya stamina dan ketahanan. Tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tetapi kita akan mencari langkah-langkah solusi yang menyeluruh,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya menjadikan penanganan karhutla sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem mitigasi pada masa mendatang.

Bagi pemerintah, persoalannya bukan semata memadamkan api. Pencegahan, kesiapan menghadapi bencana, dan koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

BMKG menyatakan akan terus mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan sains melalui informasi cuaca, geofisika, oseanografi, serta layanan peringatan dini.

Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan materi yang diberikan. Detail mengenai rapat, kondisi lapangan, dan pernyataan pejabat sebaiknya dicocokkan kembali dengan sumber resmi BMKG, termasuk konteks insiden KMP Virgo Transport 8. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *