JEJAK KATA, Tangerang — Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah membuka tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang 2026 di Ruang Rapat Sinergi Bappeda, Senin (21/9/2026). Ia mengingatkan agar lomba inovasi tidak berhenti sebagai seremoni tahunan yang menghasilkan piala, sertifikat, dan tepuk tangan.
Mengusung tema transformasi inovasi untuk pembangunan berkelanjutan, Kanvas Gemilang diharapkan melahirkan gagasan yang bisa diterapkan secara nyata. Bukan sekadar produk kreatif yang bagus dipajang, tetapi sulit digunakan ketika berhadapan dengan persoalan masyarakat.
“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang,” kata Intan.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak bisa dikerjakan pemerintah seorang diri. Pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah perlu terlibat dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan, termasuk pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan.
Intan meminta para peserta berani menghadirkan gagasan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi, katanya, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya memenuhi dokumen perlombaan.
“Jangan takut mencoba dan jangan takut berbeda,” ujarnya.
Tahapan wawancara diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan gagasan, bukan garis finis. Dewan juri diminta mempertimbangkan kreativitas, kemungkinan penerapan, serta dampak inovasi bagi masyarakat.
Lomba ini merupakan rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang. Dari 119 peserta yang lolos administrasi, sebanyak 40 peserta melaju ke seleksi substansi dan wawancara. Mereka berasal dari lima kategori: pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah.
Kini tantangannya sederhana: apakah inovasi itu benar-benar akan bekerja di lapangan, atau kembali menjadi penghuni lemari arsip pemerintah? (*






