JEJAK KATA, Tangerang — Perayaan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dimulai dengan doa. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang menggelar khotmil Qur’an 30 juz, zikir, istigasah, dan doa bersama di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Doa itu ditujukan kepada para pendiri dan mantan Bupati Tangerang yang telah wafat, sekaligus untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di 29 kecamatan.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama, Muhammadiyah, serta badan otonom PCNU. Peserta dari 29 kecamatan mengikuti kegiatan secara daring.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan istigasah menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tangerang. Ia meminta masyarakat menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama dan keyakinan.
“Kabupaten Tangerang adalah daerah yang multi-umat dan multi-keyakinan. Kita harus saling menghormati, rukun, dan saling merangkul,” kata Maesyal.
Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi hak masyarakat untuk beribadah sesuai Pancasila dan peraturan perundang-undangan.
Maesyal juga menyebut sejumlah program yang akan digelar dalam rangkaian perayaan. Di Alun-Alun Tigaraksa, pemerintah menyiapkan hiburan dan wahana gratis selama sepekan. Pemerintah juga menjadwalkan pengajian dan santunan bagi 1.000 anak yatim pada 8 Oktober 2026.
Di bidang pendidikan, Pemkab Tangerang menyatakan akan memperluas program beasiswa secara bertahap, mulai dari siswa SD dan SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah, hingga program sarjana bagi guru madrasah atau agama pada 2027.
Ketua PCNU Kabupaten Tangerang Makhmud Jumhur mengatakan istigasah tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tangerang dan HSN 2026. Menurut dia, kegiatan PCNU tidak berhenti pada ritual keagamaan, tetapi diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketua panitia HSN PCNU Kabupaten Tangerang Ujang Sidik mengatakan rangkaian Hari Santri berlangsung 2-25 Oktober 2026. Agendanya mencakup Liga Santri, Festival Hadroh, cerdas cermat IPPNU, seminar fikih wanita dan kesehatan reproduksi, Bahtsul Masail, serta Gerakan Santri Makan Ikan.
Ada pula Gebyar UMKM dan literasi keuangan syariah bersama Masyarakat Ekonomi Syariah, BPR, dan LKM. Program itu diarahkan untuk mendampingi warga prasejahtera sekaligus mendorong masyarakat menjauhi praktik rentenir.
Puncak Gebyar Hari Santri Nasional dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Oktober 2026 di Kantor PCNU Kabupaten Tangerang. Ujang mengatakan momentum tersebut menjadi ruang mempertemukan pemerintah dan ulama dalam agenda kemasyarakatan.
“Perjuangan santri memiliki rekam jejak sejarah yang luar biasa bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” ujar Ujang. (*






