JEJAK KATA, Kota Tangerang – Olahraga tak selalu identik dengan stadion, kompetisi profesional, atau perebutan medali. Di Kota Tangerang, puluhan komunitas akan membawa beragam aktivitas olahraga rekreasi dan tradisional ke Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten 2026.
Sebanyak 50 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dijadwalkan mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 7–10 November 2026. Mereka akan memperkenalkan berbagai jenis olahraga, mulai dari senam kebugaran, yoga, bela diri, panahan tradisional, hingga permainan rakyat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan kehadiran puluhan INORGA menunjukkan luasnya pilihan olahraga masyarakat. Aktivitas tersebut dapat diikuti berbagai kelompok usia dan latar belakang.
“Kehadiran puluhan INORGA tersebut memperlihatkan luasnya pilihan aktivitas olahraga masyarakat yang dapat diikuti berbagai kelompok usia dan latar belakang,” kata Kaonang, Rabu, 4 November 2026.
Ragam olahraga yang akan meramaikan FORPROV II Banten cukup beragam. Dari kelompok kebugaran, ada Penggemar Olahraga Senam Indonesia (PORSI), Senam Tera Indonesia (STI), Olahraga Kebugaran Indonesia (ORKI), hingga Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI).
Ada pula olahraga pernapasan, taijiquan, dansa, dan aktivitas kebugaran untuk kelompok lanjut usia. Sementara itu, pencak silat budaya, kempo, karate, serta berbagai aliran bela diri akan memperlihatkan sisi lain olahraga masyarakat.
Di luar olahraga kebugaran dan bela diri, pengunjung juga dapat mengenal panahan tradisional, ketapel, lempar pisau kreasi, BMX, esports, orienteering, hingga permainan tradisional.
“Setiap INORGA membawa karakter dan komunitas masing-masing untuk memperkenalkan olahraga masyarakat,” ujar Kaonang.
Penyelenggaraan FORPROV II Banten akan tersebar di 24 lokasi. Venue kegiatan mencakup pusat perbelanjaan, gedung pertemuan, gelanggang olahraga (GOR), lapangan terbuka, hingga ruang publik.
Penyebaran lokasi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan berbagai aktivitas olahraga sekaligus mengenal komunitas yang selama ini mengembangkan olahraga rekreasi dan tradisional.
Dari daftar pemetaan penyelenggara, sejumlah INORGA yang akan hadir antara lain PORSI, ASKI, STI, ADYTI, YJI, PPYNI, PERWATUSI, ASIAFI, PORPI, ATNI, APPSBI, ILDI, ULD, PELANGI, FESPATI, PERPATRI NJ, APRI, LEMPIKNAS, FORSPEK, BKI, KPSN, YPOK, IESPA, KOSTI, FONI, ABI/BMX, PERBOSI, BAVETI, dan PORTINA.
Selain menjadi ajang pertemuan komunitas, FORPROV II Banten juga menjadi ruang memperkenalkan olahraga yang tidak selalu mendapat panggung dalam kompetisi arus utama.
Di tengah dominasi olahraga populer, kehadiran permainan tradisional dan olahraga rekreasi menjadi pengingat bahwa budaya bergerak masyarakat memiliki banyak wajah. Dari yoga hingga ketapel, semuanya memiliki ruang dalam olahraga masyarakat. (*






