Jejak KataSoft News

Tiga Tips Membangun Kebiasaan Positif Maudy Ayunda dari Buku Atomic Habits

×

Tiga Tips Membangun Kebiasaan Positif Maudy Ayunda dari Buku Atomic Habits

Sebarkan artikel ini
Foto Screenshot channel YouTube @MaudyAyunda

TIDAK semua artis identik dengan keglamoran. Meskipun masih sedikit ada juga di antara mereka yang memberi perhatian lebih pada pendidikan dan intelektualitas. Contohnya Maudy Ayunda, bukan hanya sukses di bidang tarik suara, akting, dan model, Maudy juga membuktikan kemampuannya di bidang akademik. Maudy satu dari segelintir orang Indonesia yang mengenyam pendidikan di universitas bergengsi di luar negeri. Maudy adalah lulusan S2 di Stanford University, perguruan tinggi terbaik kedua di dunia setelah Massachusetts Institute of Technology (MIT) versi QS World University Rankings 2021.

Kesuksesan Maudy Ayunda pastinya tidak datang begitu saja. Kebiasaan dan berpikir positif yang dilakukannya punya peran besar bahkan sangat menentukan karirnya. Antara lain kebiasan membaca buku. Maudy yang punya YouTubenya @Maudy Ayunda, pun membagi hasil pembacaannya atas buku Atomic Habits karya James Clear.

Bertahun-tahun James Clear meriset kebiasaan dan pengambil keputusan. James yang awalnya dikenal sebagai newsletter, kini memiliki 100 ribu pelanggan dalam kurun waktu dua tahun. Sampai sekarang masih aktif masih menulis di sejumlah media internasional.

Nah, dari buku Atomic Habits Maudy Ayunda mendapatkan tips untuk membangun kebiasaan secara seru dan menantang.

1. Usahakan Bangun Sistem, Bukan ‘Goals’

Orang sering baur antara ‘goals’ dan sistem. Tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai, sedangkan sistem adalah rangkaian proses yang membawa kita menuju hasil tersebut.

Dalam bukunya, Maudy menyampaikan bahwa James Clear menekankan pentingnya berfokus pada sistem yang dapat membawa kita lebih dekat pada tujuan yang diinginkan.

“Coba pikirkan, teman-teman, baik yang menang maupun yang kalah, keduanya memiliki tujuan yang sama. Semua orang tentu ingin meraih kesuksesan,” katanya.

Namun, kebanyakan orang terlalu terpaku pada tujuan, hingga melupakan pentingnya proses yang harus dijalani untuk mencapainya.

2. Trik Jitu Bangun Kebiasaan

Dalam bukunya, James Clear menjelaskan ada empat trik jitu membangun kebiasaan:

Make it Obvious

Kebiasaan positif sebaiknya dibuat terlihat secara nyata. Jika hanya disimpan sebagai niat, akan sulit untuk direalisasikan. Contohnya, jika kita berniat untuk rutin berolahraga, maka siapkan terlebih dahulu pakaian dan sepatu olahraga yang akan digunakan. Dengan begitu, kita terdorong untuk mengambil tindakan dan benar-benar memulai kebiasaan tersebut.

Make It Attractive

Semakin menarik suatu hal, semakin besar pula motivasi kita untuk menjadikannya sebagai kebiasaan. Oleh karena itu, carilah sisi menyenangkan dari kebiasaan baik yang ingin kamu bangun. Misalnya, jika kamu ingin mulai menjalani pola makan sehat, kamu bisa mencari resep-resep yang menggoda selera dan mencoba memasaknya sendiri.

Make It Easy

Manusia pada dasarnya lebih terdorong untuk melakukan hal-hal yang sederhana. Karena itu, tidak ada salahnya memulai kebiasaan baik dari langkah yang paling mudah terlebih dahulu. Setelah bagian mudah tersebut menjadi rutinitas, bagian yang lebih menantang pun akan terasa lebih ringan untuk dijalani.

Make It Satisfying

Agar kebiasaan baik dapat bertahan dalam jangka panjang, penting untuk menjadikannya sesuatu yang menyenangkan dan memberikan rasa puas. Misalnya, kamu bisa memberi diri sendiri hadiah setiap kali berhasil menjalankan kebiasaan baik secara konsisten.

3. Rahasia Melacak Kebiasaan

Meninggalkan kebiasaan buruk atau mulai membentuk kebiasaan baik memang bukan perkara mudah, apalagi ketika hasilnya belum tampak secara langsung. Tak jarang, seseorang bisa menyerah di tengah jalan. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menciptakan rasa puas melalui pendekatan lain, misalnya menggunakan metode visual.

Salah satu cara visual yang sederhana untuk melacak kebiasaan adalah dengan menandai kalender atau buku harian. Setiap kali kamu berhasil melakukan kebiasaan tersebut, cukup beri tanda seperti ‘ceklis’ sebagai bentuk pencapaian.

Selain itu, kamu juga bisa membuat perjanjian dengan teman sebagai bentuk komitmen. Dalam buku tersebut, diceritakan seorang pengusaha yang meminta istri dan pelatihnya menandatangani kontrak untuk membantunya mencapai target penurunan berat badan.

Kontrak itu membuat sang pengusaha termotivasi untuk konsisten dalam usahanya, seperti mencatat asupan makanan dan menimbang berat badan setiap minggu.

Menurut Maudy, si pengusaha itu juga menulis akan ada hukuman jika melanggarnya, misalnya kalau dia gagal asupan makanannya, dia akan membayar pelatihnya 100 dolar, dan istrinya 500 dolar. “Jadi, bukan persoalan uang, tapi ia tidak ingin mengecewakan istri dan pelatihnya,” simpul Maudy.

Nah, silakan dicoba tips dari bukunya James Clear yang dibabar Maudy. (Aris Kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *