“Kalau kita melihat dari undang-undang partai politik, seluruh partai politik wajib taat asas,” lanjutnya.
Menurut hasti, partai politik seharusnya memahami sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dan memahami ideologi Pancasila. Ia meyakini politik identitas yang diusung oleh Partai Ummat tidak akan mendapatkan tempat. Terlebih, eksploitasi politik identitas pada Pemilu 2019 masih menciptakan bekas yang belum betul-betul pulih di kalangan masyarakat.
“Ketika ada partai yang kelahirannya sudah mengusung politik identitas dengan potensi yang memecah-belah bangsa, rakyat yang akan jadi wasit terbaik,” ungkap Hasto.
“Kami yakini mereka yang ke depankan politik identitas tidak akan mendapatkan tempat di bumi Indonesia ini, yang sangat ber-Bhineka Tunggal Ika ini,” ia menambahkan.






