Ganjar juga menuliskan pengalamannya saat bertemu dengan Abuya Muhtadi di akun Instagram pribadinya.
“Tidak kurang-kurangnya tauladan bagi kita untuk menjalani hidup beragama dan bernegara. Tidak kurang penjelasan bahwa Indonesia ini menjadi bagian rahmatan lil alamin. Sebagaimana yang sering disampaikan Abuya Muhtadi, bahwa Indonesia mampu menjaga keseimbangan hidup kebhinekaan dengan persatuan. Jadi, tidak cukup alasan untuk kita menafikan perjuangan dan pemikiran para pendahulu sekaligus tidak cukup alasan bagi kita untuk mengganti dasar negara. Terimakasih Buya atas segala doanya. Semoga jadi penguat kita untuk terus menebar kebaikan dengan cara-cara yang baik.” Tulis Ganjar.
Untuk diketahui, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.






