“Nanti kalau ditemukan, pasti kita minta bantuan dari persatuan dokter hewan, bilamana kasus di kita terjadi,” katanya.
“Kita tetap lakukan pengawasan terus-menerus, sekaligus kita mengawasi juga terkait hebohnya antraks yang terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta,” lanjut Asep.
Pun demikian, menurut Asep, sejauh ini pihaknya belum menemukan hewan ternak yang terjangkit virus antraks. Namun, ia berharap kasus penyakit mematikan itu tidak melanda ke daerahnya.
“Belum ada. Jangan sampe ada, Tapi kita antisipasi tetap,” ujar dia.
Untuk diketahui, kasus antraks di Gunung Kidul telah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya terpapar penyakit setelah mengonsumsi daging sapi yang diduga terjangkit penyakit antraks.






