“Kita memiliki keberagaman yaitu Bhineka Tunggal Ika, yang ini menjadi satu kekayaan yang mempersatukan kita. Jangan sampai anak-anak lupa dengan budaya kita yang sangat beragam,” katanya.
Ia juga berpesan, melihat pesatnya teknologi yang sudah merangsek ke dunia multidimensi, terutama teknologi internet dimana semua informasi bisa diakses dengan mudah, namun tidak semua yang ada itu baik serta mencerminkan kepribadian kita sebagai masyarakat yang beradab. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama orang tua murid untuk sama-sama mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam pergaulan dan kehidupan yang salah.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Mekar Bakti Panongan, Ustadz Abu Asirin juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, panitia, orang tua murid serta pihak-pihak yang telah memberikan suport atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap, ini bisa menjadi agenda tahunan, karena selain menjadi ajang silaturahmi antar pihak sekolah, komite, dan POMG atau orang tua murid, juga untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar mencintai budaya sendiri. Tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif yang pesat berseliweran di media sosial.






