Jejak KataSoft News

Mitos, Kejatuhan Buah Sianto “Dewandaru” Pertanda Keberuntungan?

×

Mitos, Kejatuhan Buah Sianto “Dewandaru” Pertanda Keberuntungan?

Sebarkan artikel ini
FOTO: Buah sianto dari batang pohon dewandaru di halaman salah satu tempat ibadah di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Nah, bicara soal buah sianto ini, ada cerita unik dari Klenteng Tjoe Soe Kong yang berlokasi di Pantau Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Di sini terdapat batang pohon dewandaru yang konon usianya sudah ratusan tahun. Buah dari pohon dewandari di klenteng ini dipercaya bisa membawa rezeki. Yaitu, jika buahnya terjatuh dan mengenai tubuh orang yang kejatuhan, ini pertanda akan dapat rezeki. Jadi tidak heran, jika mitos ini membuat orang sampai rela menanam pohon dewandaru di depan rumah, dengan harapan bisa kaya mendadak. Dilansir dari berbagai sumber, mitos ini juga membuat masyarakat sekitar Gunung Kawi melarang siapa pun memetik buah dan menggoyang pohon dewandaru ini.

Tak hanya itu saja, batang pohon dewandaru yang usianya sudah ratusan tahun, konon banyak dijadikan sebagai tongkatnya para wali. Konon, di Gunung Kawi, dulunya batang pohon tersebut adalah tongkat Eyang Junggo dari daratan China (tokoh yang dikeramatkan di Gunung Kawi).

Bagaimana dengan rasa buah sianto dari batang pohon dewandaru ini? Jika sudah masak, buah dari pohon dewandaru sianto ini rasanya manis. Namun jika masih mentah rasanya asam.

Beberapa tahun yang lalu, di Klenteng Tjoe Soe Kong ini, ada seorang nenek bernama Nenek Rumi (75) yang hampir setiap hari duduk dan tidur-tiduran di bawah batang pohon dewandaru yang usianya sudah ratusan tahun itu. Warga Desa Tanjung Kait itu, mengaku, sejak kecil ia sudah mengetahui jika duduk di bawah pohon yang tingginya kurang lebih 3, 4 meter ini, dan kejatuhan buah atau daun dari pohon tersebut bisa mendapatkan keberuntungan, baik jodoh, rezeki, derajat atau keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *