Jejak KataLiputan

13 November: Mengenang 25 Tahun Tragedi Semanggi Satu

×

13 November: Mengenang 25 Tahun Tragedi Semanggi Satu

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI | Istimewa

Mahasiswa yang melebur bersama masyarakat pun mulai menggelar aksi, memenuhi jalan-jalan di Jakarta, menentang sidang Istimewa MPR. Tanggal 13 November 1998 menjadi puncak dalam Tragedi Semanggi yang menewaskan 17 orang tewas serta 109 luka-luka.
Pada hari pertama demonstrasi, yaitu 1 November 1998, mahasiswa dan masyarakat sipil bergerak dari Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Dalam aksi demonstrasi itu, terlibat bentrok dengan Pam Swakarsa, yaitu kelompok sipil bersenjata yang dibentuk TNI, yang ditempatkan di sekitar kompleks Tugu Proklamasi.

Rentetan peristiwa:

Pada hari pertama, 11 November 1998: Mahasiswa dan masyarakat sipil bergerak dari Jalan Salemba, Jakarta PUsat. Masa yang menggelar demonstrasi saat itu terlibat bentrok dengan Pam Swakarsa, yaitu kelompok sipil bersenjata yang dibentuk TNI. Pam Swakarsa di tempatkan di sekitar kompleks Tugu Proklamasi.

Hari kedua, 12 November 1998, mahasiswa dan masyarakat bergerak menuju ke Gedung DPR/MPR dari segala arah, Semanggi-Slipi-Kuningan. Namun, tidak ada satu pun yang berhasil sampai kompleks wakil rakyat itu karena dikawal dengan sangat ketat oleh aparat keamanan.

Bentrok dan Jatuh Korban

Pada saat terjadi di daerah Slipi dan Sudirman. Puluhan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit dan banyak lainnya dievakuasi ke Universitas Atma Jaya. Seorang pelajar bernama Lukman Firdaus mengalami luka berat dan masuk rumah sakit. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *