Jejak KataSeni dan Hiburan

Duo Gitar R&B dari Yogya Geber Panggung Konser “Echoes of Life” #5

×

Duo Gitar R&B dari Yogya Geber Panggung Konser “Echoes of Life” #5

Sebarkan artikel ini
Duo Gitaris R&B asal Yogjakarta, Rahmat Raharjo dan Mardian Bagus Prakoso | Crop. Instargram@christian.saputo

Pergelaran berikutnya mempersembhkan Valse Poeticos karya Enrique Granados. Valses poeticos diterbitkan pada tahun 1887, bersama dengan Danzas españolas dan Goyescas yang merupakan salah satu karya terpenting Granados. Dia menciptakan tujuh waltz ekspresif yang diawali dengan introduction yang hidup. Seolah-olah ia ingin memberi penghormatan kepada tarian terpopuler abad ke-19.

Pada awalnya Cartas de amor dan Valses de amor masuk pada rangkaian karya ini, tetapi ketika Granados menyeleksi kembali karya yang diterbitkan dan judulnya Valses poeticos ditetapkan. Dia mendedikasikan karyanya untuk temannya Joaquín Malats, yang dianggap sebagai penafsir terkemuka atas karyanya.

Berikutnya dipersembahkan Suita Italiano, Secondo karya composer Mario Gangi.Karya ini merupakan gubahan dari Mario Gangi, seorang gitaris dari Italia. Katya ini terdiri dari 3 bagian, yaitu: Primo Tempo, Secondo Tempo, dan Terzo Tempo. Pada kesempatan ini Duo R&B hanya akan membawakan Secondo tempo. Second tempo memiliki memiliki melodi dan harmoni sederhana yang indah dalam tempo adagio.

Pentingnya FPK dalam Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tangerang

Pada pamuncak performance Duo Gitar R&B menghadirkan Guitar Duet Op. 54 in Bis karya Fernando Sor. Karya ini dipublikasikan pada tahun 1833 dan merupakan karya yang sangat luar biasa dalam sejarah music spanyol dan persebarannya di Eropa. Pada umumnya karya Fernando Sor untuk music instrumental dikembangkan dengan gaya eropa yang sedang popular saat itu tanpa memasukkan unsur-unsur khusus dari music spanyol. Namun, pada karya Guitar Duet Op.54 in Bis Sor memasukkan material music Spanyol di dalamnya sehingga karya ini terkesan Eropa-Spanyol.

Dalam konser ini Duo Gitar R&B selain menampilkan komposisi karya komposer mancanegara ternama Duo Gitar dalam perfomancenya juga mengusung komposisi “Introduction, Theme, and Variation on “Gambang Suling” (Indonesian Folksong) – Iwan Tanzil. Komposer Iwan Tanzil merupakan gitaris, arranger, dan composer gitar klasik asal Indonesia. Karya ini mengambil melodi dari salah satu lagu tradisional Indonesia “gambang suling” (tema) dan mengembangkan melodi utama melalui ritme, melodi, dan harmoni dengan sentuhan khas gitar klasik.

Usai Terperosok di Got, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal

Owner Maxi Brain Academy Semarang Pauline Wonoadi mengatakan, gelaran Konser : “Echoes of Life” yang diinisiasi Maxi Brain Academy bareng Ajendam IV Diponegoro sudah memasuki seri kelima dari 10 seri yang dijadwalkan hingga Desember 2024. Harapannya music klasik bisa bertumbuhkembangkan di Kota Semarang seperti di kota-kota lain. Untuk itu Maxi Brain Academy secara rutin menggelar konser musik klasik dengan berbagai ragam performance.

“Saya sangat mengapresiasi Ajendam IV Diponegoro yang telah ikut berperanserta dalam ajang konser musik klasik ini,” imbuhnya.

Pauline menambahkan, musik lebih dari sekadar bahasa. Diharapkan dengan Konser Gema Kehidupan ini masyarakat Kota Semarang makin teredukasi dan minat serta apresiasinya pada music klasik makin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *