EsaiJejak Kata

Top Markotop! Buku Djokolelono Diterbitkan Ulang!

×

Top Markotop! Buku Djokolelono Diterbitkan Ulang!

Sebarkan artikel ini
Djokolelono

BAGI generasi kelahiran 1960-1970 yang gemar membaca buku cerita anak, kemungkinan besar mengenal nama Djokolelono. Betul, dia adalah pengarang cerita anak yang cukup populer pada masa itu. Buku cerita anak karya pengarang kelahiran Blitar tersebut meliputi cerita silat, fiksi ilmiah, petualangan detektif, dan genre lainnya.

Dulu buku-buku Djokolelono diterbitkan oleh penerbit Pustaka Jaya, sekarang penerbit Grup Gramedia, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menerbitkan kembali beberapa buku Djokolelono, antara lain serial Penjelajah Antariksa (terdiri dari ‘Bencana di Planet Poa’, ‘Sekoci Penyelamat’, dan ‘Kunin Bergolak’), ‘Terlontar ke Masa Silam’, dan ‘Genderang Perang dari Wamena’. Penerbitan ulang buku-buku Djokolelono oleh KPG sudah beredar sejak Maret 2025. Ini bukan kali pertama KPG menerbitkan buku-buku Djokolelono, KPG sudah menerbitkan buku-buku Djokolelono pada 1985 dan 2015.

Dalam Channel YouTube KPG Book Publisher, Djokolelono menceritakan bagaimana dulu dia menulis cerita. Menurutnya, ia menulis didorong oleh keinginan memberi hiburan kepada anak-anak Indonesia yang masa itu kekurangan hiburan.

“Di zaman dulu zaman belum ada komputer, belum ada handphone dan televisi masih cuman satu channel, kayaknya anak-anak kita agak kurang hiburan. Kemudian waktu itu pun saya hiburan, sehingga daripada nganggur saya menulis,” katanya.

Sejak kecil Djokolelono memang menggemari dongeng, suka bercerita, dan akhirnya jatuh cinta pada dunia penulisan itu. Bagi Anda generasi kelahiran 1960-1970 yang ingin bernostalgia, anda bisa mendapatkannya dengan membaca kembali buku-buku Djokolelono. Sedangkan bagi pembaca baru buku-buku Djokolelono tetap relevan dan asyik.

Iksaka Banu, peraih Kusala Sastra Khatulistiwa, menuturkan bahwa cerita-cerita Djokolelono punya jasa besar bagi kelahiran banyak penulis baru. “Entah berapa banyak dari mereka yang kemudian tergerak menjadi penulis gara-gara membaca aneka cerita fiksi ilmiah, silat, dan petualangan detektif karya beliau yang dulu diterbitkan oleh Pustaka Jaya,” katanya.

Menurut Iksaka, karya-karya Djokolelono memberi kesan mendalam kepada pembacanya karena memiliki ramuan yang sangat khas. Kisah-kisahnya membangkitkan rasa petualangan dalam diri anak-anak dan jauh dari kesan menggurui.

Padahal, kata Iksaka, tema yang diangkat cukup serius. Penculikan anak (Rini Diculik), penyelundupan candu (Terdampar di Pulau Candu), revolusi kemerdekaan (Hancurnya Jembatan Beru), bandit internasional (Astrid dan Bandit), bahkan alien dari planet lain (Getaran, Petualangan Antariksa, Jatuh ke Matahari, Bintang Hitam).

“Tokoh utama dalam buku Pak Djoko selalu anak-anak, yang memecahkan persoalan rumit dengan cara anak-anak. Orang dewasa dalam buku Pak Djoko sekadar latar, tokoh penyulut problem, yang kemudian menyerah oleh kecerdikan anak-anak,” katanya.

Mau bernostalgia dan bertualang ke masa silam? Buku Djokolelono bisa jadi pilihan untuk memandu Anda! (Aris Kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *