JEJAK KATA, Cirebon – Jika kita melintas di Kilometer 182 Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), kita akan melihat batu besar di atas tebing di tepi jalan tol. Batu berukuran tinggi hampir lima meter ini bernama Batu Bleneng. Bongkahan batu berbentuk semi oval yang berlokasi di Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, banyak menarik perhatian pemakai jalan tol.
Batu Bleneng menarik perhatian bukan hanya karena ukurannya besar dan lokasinya di tepi jalan tol, tapi juga banyaknya cerita-cerita mistis yang menyelimuti keberadaan batu ini. Disebutkan lokasi tempat Batu Bleneng ini merupakan salah satu tempat mistis di Indonesia. Karena itu Batu Bleneng memiliki aura menyeramkan bagi masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas di sana.
Batu ini sering dikaitkan dengan beberapa peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalan tol ini. Menurut beberapa tetua di Desa Walahar Batu Bleneng sudah ada sejak dahulu kala dan digunakan untuk menutup mata air yang ada di daerah tersebut. Merujuk tuturan dari mulut ke mulut di lokasi tersebut dahulu kala ada sebuah mata air raksasa yang menyembur tanpa henti yang hampir membuat daerah di sekitar desa tersebut terancam kebanjiran. Batu Bleneng itulah yang digunakan untuk menutup matahari tersebut. Saat menggeser batu itu ada beberapa korban yang tergencet sampai meninggal.
Sadi (52), seorang pegendara, mengaku pernah melihat penampakan seekor harimau di puncak batu. “Harimau putih. Orang-orang tua dulu percaya harimau itu ada hubungannya harimau Prabu Siliwangi,” katanya.
Tuturan lainnya menyebutkan bahwa lokasi Batu Bleneng dulunya digunakan sebagai tempat orang-orang untuk bersemedi meminta kekayaan atau kesaktian kepada makhluk gaib penghuni batu tersebut. Di sekitar batu ini dulu terdapat permakaman orang-orang sakti. Konon Batu Bleneng tidak bisa dipindahkan begitu saja dari lokasi awalnya. Orang-orang yang pernah mencoba memindahkan akan ditimpa kesialan.
Orang-orang percaya batu ini menjadi hunian mahluk tak kasat mata yang suka mengganggu pengendara yang lewat di jalan tol. Mereka adalah jin yang dulu korban tergencet batu tersebut. Inilah yang menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan dan kejadian aneh yang ditemui pengendara yang melintas, terutama saat malam-malam tertentu. Saat pembangunan jalan tol Cipali, Batu Bleneng coba untuk dipindahkan. Namun ternyata tidak ada alat berat yang kuat bahkan sekadar menggesernya. Benar atau tidak mitos ini, bagi pengendara yang melintas di jalan ini ada baiknya untuk selalu hati-hati. (Aris K)






