JEJAK KATA, Jakarta – Pagi di kawasan Grogol Petamburan yang biasanya dipenuhi lalu lalang kendaraan mendadak berubah tegang. Asap membubung dari kawasan Hotel Pullman di Jalan Letjen S. Parman, Sabtu (1/8), memaksa petugas pemadam kebakaran berpacu dengan waktu sebelum kobaran api menjalar lebih jauh.
Laporan kebakaran diterima Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat pada pukul 07.59 WIB. Hanya berselang satu menit, armada pemadam langsung meluncur menuju lokasi. Dalam situasi darurat seperti ini, setiap menit kerap menjadi penentu antara api yang bisa dikendalikan atau bencana yang membesar.
“Petugas langsung diberangkatkan satu menit setelah laporan diterima,” ujar Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam dengan dukungan 70 personel diterjunkan. Operasi pemadaman dimulai secara intensif pukul 08.05 WIB. Fokus utama petugas bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisasi titik kebakaran agar tidak merembet ke bagian lain bangunan.
Upaya itu membuahkan hasil. Dalam waktu singkat, kobaran berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas. Memasuki pukul 08.15 WIB, operasi berlanjut ke tahap pendinginan, sebuah fase yang kerap luput dari perhatian publik tetapi sangat menentukan untuk mencegah bara api kembali menyala.
“Saat ini situasi di lokasi kebakaran sudah dapat dikendalikan dan petugas masih melakukan proses pendinginan sejak pukul 08.15 WIB untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” kata Syaiful.
Hingga berita ini ditulis, status penanganan masih berada pada kategori kuning. Petugas tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kebakaran di gedung bertingkat bukan hanya soal memadamkan api, melainkan juga menguji kesiapan sistem keselamatan bangunan, prosedur tanggap darurat, dan kecepatan koordinasi antara petugas. Di tengah padatnya kawasan bisnis Jakarta Barat, respons cepat menjadi faktor penting untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Penyebab kebakaran maupun besaran kerugian material hingga kini masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api maupun informasi terkait korban dalam insiden tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi sistem pengamanan gedung. (*






