JEJAK KATA, Kota Tangerang—Di ruang redaksi, jurnalis terbiasa menimbang fakta, memangkas kalimat, lalu berpacu dengan tenggat waktu. Kata-kata harus lugas, hemat, dan tidak bertele-tele. Namun, menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, rutinitas itu diajak berbelok sejenak.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menyiapkan panggung yang tak biasa: lomba membaca puisi khusus bagi para jurnalis. Sesekali, mereka yang sehari-hari terbiasa mengejar narasumber, menghitung detik tenggat, dan memeras kalimat agar muat di halaman berita, diminta mengendurkan dasi logika dan membiarkan kata-kata bernapas lebih panjang.
Ada ironi yang menyenangkan di sini. Wartawan adalah profesi yang setiap hari mengumpulkan fakta seobjektif mungkin. Puisi, sebaliknya, justru hidup dari rasa, jeda, dan makna yang tak selalu bisa diukur. Yang satu mengejar kepastian, yang lain merayakan kemungkinan.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada insan pers sekaligus upaya menghadirkan ruang kreatif yang berbeda di tengah rutinitas jurnalistik.
Menurutnya, jurnalis tidak hanya piawai menyusun berita, tetapi juga memiliki kepekaan bahasa yang dapat disalurkan melalui sastra.
“Jurnalis setiap hari bergelut dengan tulisan berita dan fakta. Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang kreasi yang berbeda, di mana para insan pers dapat menyalurkan bakat seni serta menyampaikan pesan-pesan kebangsaan melalui keindahan puisi,” ujar Engkos.
Gagasan ini boleh jadi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan deru lomba panjat pinang atau riuh balap karung. Ada pula kemerdekaan yang lahir dari keberanian memilih kata yang tepat, mengucapkannya dengan jujur, lalu membiarkan ia menggema di telinga pendengar.
Bukankah bangsa ini juga dibangun oleh kata-kata? Dari naskah proklamasi yang singkat hingga laporan jurnalistik yang setiap hari mencatat denyut republik. Semuanya berangkat dari keyakinan bahwa kata mampu menggerakkan pikiran.
Engkos pun mengajak seluruh jurnalis yang bertugas maupun berdomisili di Kota Tangerang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam ajang tersebut.
“Kami mengundang rekan-rekan wartawan untuk mendaftarkan diri dan menunjukkan bakat terbaiknya. Mari kita ciptakan kemeriahan HUT ke-81 RI dengan semangat literasi dan kebersamaan,” katanya.
Lomba ini membuka pendaftaran hingga 10 Agustus 2026. Para jurnalis dapat mendaftar melalui tautan yang disediakan DPAD Kota Tangerang maupun melalui akun Instagram resmi lembaga tersebut.
Siapa tahu, di balik buku catatan yang penuh kutipan narasumber dan telepon genggam yang tak pernah berhenti berdering, tersimpan penyair yang selama ini hanya tertunda oleh deadline. Sebab, terkadang berita mengabarkan peristiwa, sedangkan puisi mengingatkan mengapa peristiwa itu layak dirasakan. (*






