Jejak KataLiputan

Pedagang Pasar Tigaraksa Berburu Modal, Kredit Murah Jadi Pilihan

×

Pedagang Pasar Tigaraksa Berburu Modal, Kredit Murah Jadi Pilihan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Dok. Istimewa

JEJAK KATA, Tangerang — Pagi di Pasar Tigaraksa diisi dengan menghitung stok dan melayani pembeli. Namun, Selasa, 11 Agustus 2026, ada urusan lain yang ikut ditawarkan: modal usaha.

PT BPR Kerta Raharja Gemilang mendatangi pedagang untuk mengenalkan program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang. Melalui Kredit Mikro Raharja, calon nasabah ditawari bunga promo 0,5 persen per bulan dengan tenor maksimal 12 bulan.

Menurut Kepala Cabang BPR Kerta Raharja Gemilang wilayah Tigaraksa, Eka Ratna, program yang berlangsung 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 itu juga memberikan kemudahan. Kredit di bawah Rp10 juta tidak diwajibkan menggunakan agunan.

Eka juga mengatakan Kredit Mikro Raharja telah berjalan sejak 2017 untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Bagi pedagang, tambahan modal berarti tambahan stok. Namun kredit tetaplah kredit: harus dikembalikan.

Ade, pedagang ikan asin sekaligus nasabah Kredit Raharja, mengatakan modal yang diperolehnya digunakan menambah persediaan dagangan.

“Modal yang saya dapatkan bisa digunakan untuk menambah barang dagangan sehingga usaha bisa terus berjalan dan berkembang,” ujar Ade.

Ia menilai proses pengajuan relatif mudah. Eka menyebut respons pelaku usaha cukup tinggi. Sosialisasi langsung ke pasar menjadi salah satu cara BPR memperkenalkan program tersebut kepada calon nasabah.

Namun keberhasilan pembiayaan tidak cukup diukur dari jumlah brosur yang dibagikan atau pinjaman yang tersalurkan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah modal membuat usaha tumbuh dan cicilan tetap terjangkau ketika omzet turun.

Sebab, “bunga ringan” belum tentu ringan bagi semua pedagang.

BPR Kerta Raharja Gemilang juga menyebut perusahaan meraih penghargaan dalam The Finance Top 100 BPR 2026 yang diselenggarakan Infobank Media Group.

Bagi pedagang, ukuran paling nyata tetap berada di meja dagang: stok bertambah, omzet tumbuh, dan setelah cicilan dibayar masih ada keuntungan yang bisa dibawa pulang. Di pasar, pertanyaan itu biasanya lebih jujur daripada slogan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *