JEJAK KATA, Tangerang — Tiga orang datang ke sebuah warung di kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Mereka mencari tramadol. Namun kedatangan itu, menurut polisi, berujung pada dugaan pemerasan dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.
Korban berinisial MS sempat membiarkan ketiga orang tersebut masuk karena takut. Di dalam warung, mereka diduga mengambil uang tunai, rokok, obat tertentu, serta mencabut kamera CCTV dan membawa kartu memorinya.
MS kemudian dibawa menggunakan mobil Toyota Calya yang telah ditumpangi tiga orang lainnya. Setelah berkeliling sekitar 20 menit, korban diduga dimintai sejumlah uang.
Kesempatan meloloskan diri muncul ketika rombongan itu kembali ke warung dengan alasan mengambil dokumen yang tertinggal. MS berteriak meminta pertolongan. Warga kemudian mengamankan enam orang dan menyerahkannya kepada Polsek Teluknaga.
Polisi kini memproses enam orang berinisial AG (22), DN (27), TO (29), SN (35), SAM (37), dan YOG (36) dalam perkara dugaan pemerasan.
Dari pengembangan kasus, penyidik juga menemukan dugaan penjualan obat keras tertentu yang masuk Daftar G di lokasi tersebut. Dua orang, MS dan NC, kemudian diproses dalam perkara terpisah terkait dugaan jual beli obat tersebut.
Kapolsek Teluknaga AKP Kevin Hotlando mengatakan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp198.500, dua unit CCTV yang rusak, mobil Toyota Calya, surat tugas, 17 butir tramadol, serta etalase penyimpanan obat.
“Alat bukti cukup dan unsur terpenuhi, sehingga terhadap dua tersangka saat ini dilakukan penahanan di Polsek Teluknaga,” kata Kevin.
Plh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi menambahkan, penyidikan terhadap seluruh pihak masih berjalan. Polisi, kata dia, akan menindaklanjuti perkara berdasarkan peran masing-masing dan alat bukti yang ditemukan.
Kasus ini mempertemukan dua dugaan pelanggaran hukum dalam satu lokasi: pemerasan dengan modus menyamar sebagai aparat dan dugaan peredaran obat keras tanpa prosedur yang semestinya. Polisi masih mendalami keterlibatan setiap orang yang diamankan. (*






