Jejak KataWisata dan Kuliner

OK Kue, Bisnis Anak Muda Cikupa yang Raup Rp10 Juta Sebelum Siang

×

OK Kue, Bisnis Anak Muda Cikupa yang Raup Rp10 Juta Sebelum Siang

Sebarkan artikel ini
Stan OK Kue di City Market, CitraRaya Tangerang Minggu pagi | Foto: Dok. Widi Hatmoko

KULINER — Pagi belum terlalu tinggi ketika aktivitas di kawasan City Market CitraRaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, mulai menggeliat. Di antara lapak dan keramaian pasar kaget, aroma kue menjadi salah satu pemikat.

Di sana, OK Kue stiap Minggu pagi membuka stan. Bukan sekadar menjajakan kudapan, tetapi juga menguji satu hal penting dalam bisnis kuliner: seberapa cepat selera konsumen berubah menjadi transaksi.

Hasilnya cukup mencengangkan. Menurut pemilik OK Kue, Mia, penjualan di stan berkala tersebut bisa mencapai omzet hingga Rp10 juta hanya sampai sekitar pukul 10.00 WIB.

Angka itu menunjukkan bahwa pasar kue bukan perkara remeh. Di tangan anak muda, bisnis yang bermula dari produk sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang punya daya jual kuat—asal tahu bagaimana membaca pasar.

Beberapa varian OK Kue | Foto: Dok. Widi Hatmoko

OK Kue menawarkan tiga lini utama: cake, cookies, dan pudding. Produk dibuat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari camilan harian, hidangan keluarga, hingga hantaran dan hampers pada momen tertentu.

Salah satu andalannya adalah kue kering berbasis mentega atau butter-based cookies. Produk dibuat segar untuk menjaga rasa dan teksturnya.

Nastar klasik, misalnya, hadir dengan isian selai nanas dan tekstur lembut. Ada pula Palm Cheese yang memadukan gurih keju dengan manis gula palem. Sementara Cheesy Choco bermain pada dua rasa yang akrab di lidah: cokelat dan keju.

Kue basah, bolu, dan puding melengkapi pilihan. Produk-produk tersebut dibuat berdasarkan pesanan sehingga kesegaran menjadi bagian dari strategi penjualan.

Model bisnis seperti ini menunjukkan bahwa OK Kue tidak hanya menjual kue. Ia menjual momen: sajian untuk keluarga, bingkisan untuk kerabat, atau sekadar teman minum kopi pada pagi hari.

Untuk pelanggan yang ingin mengambil pesanan secara langsung, OK Kue melayani sistem pickup di kawasan Jalan Pabuaran Dukuh, Cikupa. Sementara bagi pemburu kue yang ingin datang langsung, stan berkala di City Market CitraRaya menjadi salah satu titik pertemuan dengan konsumen.

OK Kue Minggu pagi di City Market CitraRaya Tangerang | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Ada pelajaran sederhana dari geliat usaha ini. Dalam bisnis kuliner, produk yang enak memang penting. Tetapi mengenali tempat, waktu, kebiasaan konsumen, dan cara menjangkau mereka tak kalah menentukan.

Pasar kaget pun bisa menjadi ruang belajar.

Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin padat, OK Kue memperlihatkan bahwa peluang tidak selalu datang dari toko besar dengan papan nama mencolok. Kadang, ia justru muncul dari sebuah stan sederhana, beberapa loyang kue, dan keberanian anak muda untuk mencoba.

Dari sana, omzet Rp10 juta sebelum siang bukan lagi sekadar angka. Ia menjadi tanda bahwa bisnis kecil pun dapat memiliki cerita besar. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *