KULINER — Di tengah deretan pusat kuliner yang menawarkan makanan serba cepat, Warung Makan Nur Jamilah memilih jalan yang lebih sederhana: memasak seperti di rumah.
Warung ini berada di kawasan Auto Center City Market CitraRaya, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Tidak ada konsep yang dibuat berlebihan. Yang ditawarkan adalah masakan rumahan dengan bahan segar dan klaim tanpa penggunaan micin maupun monosodium glutamat (MSG).
Dapur warung menjadi titik penting dari cerita itu. Bumbu dan bahan diolah menjadi menu yang akrab dengan meja makan keluarga Indonesia.
Garang asem ayam kampung menjadi salah satu pilihan. Ada pula pepes tahu dan pepes ikan kembung. Untuk menu lauk, tersedia opor ayam, ayam penyet, hingga rendang daging.
Pilihan sayurnya pun membawa ingatan pada masakan rumah: sayur asem, sayur bening, sayur lodeh, dan sayur nangka. Ada botok, sambal tempe kemangi, serta semur tahu, telur, dan tempe.

Bagi pencinta sambal, warung ini menyediakan sejumlah menu pecak. Nila, bandeng, hingga terong diolah dengan cita rasa yang mengandalkan bumbu, bukan sekadar sensasi pedas.
Pilihan tersebut menunjukkan satu hal: Nur Jamilah tidak sedang mengejar menu yang rumit. Ia justru mengandalkan makanan yang sudah dikenal, tetapi dibuat dengan pendekatan rumahan.
Konsep itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin makan tanpa terlalu banyak tambahan penyedap. Selain makan di tempat, pelanggan dapat membawa pulang makanan.
Warung buka Senin hingga Kamis dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-17.15 WIB. Pada Jumat, warung tutup.

Bukan hanya makanan yang disiapkan. Bagi yang sekadar ingin beristirahat, tersedia kopi dan camilan cepat.
Di kawasan yang terus tumbuh seperti CitraRaya, warung makan semacam Nur Jamilah menawarkan jeda dari makanan yang serba instan. Ia mengingatkan bahwa menu sederhana—garang asem, sayur asem, pepes, atau pecak—masih memiliki tempat di meja makan.
Sebab pada akhirnya, makanan tidak selalu membutuhkan nama yang panjang atau tampilan yang rumit. Kadang, yang dicari pelanggan hanya satu hal: rasa masakan rumah yang membuat mereka ingin kembali. Dan, meskipun tanpa micin dan monosodium glutamat, giruh dan lezatnya menu yang disajikan Warung Makan Nurjamilah, tetap nonjok di lidah. (*






