JEJAK KATA, Tangerang — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At Taqwa, Perumahan Mekar Asri 2, Panongan, Kabupaten Tangerang, Minggu pagi, 20 September 2026, berlangsung dalam suasana subuh yang khidmat. Salat berjemaah menjadi pembuka, disusul tausiah, pembacaan selawat, dan doa bersama.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Safari Silaturahmi Subuh Berjamaah (S3B) yang melibatkan Forum Komunikasi Dewan Kemakmuran Masjid (FKDM) se-CitraRaya.
Peringatan Maulid kali ini mengangkat tema “Menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan Utama dalam Menguatkan Ketakwaan dan Ukhuwah Islamiah.”
Tema itu tidak berhenti pada kisah kelahiran Nabi. Ia membawa pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan jemaah: sejauh mana keteladanan Rasulullah hadir dalam hubungan antarwarga, kepedulian sosial, dan cara umat memakmurkan masjid?
Ketua DKM At Taqwa Mekar Asri 2, Ust. Isman Hidayat, menyampaikan bahwa Maulid Nabi semestinya menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan sekaligus mempererat persaudaraan sesama muslim.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan perlu diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, kesabaran, dan kasih sayang kepada sesama. Kami berharap jemaah semakin dekat dengan masjid, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan saling membantu,” papar Ust. Isman Hidayat.
Masjid Bukan Sekadar Tempat Salat
Sekretaris Kecamatan Panongan, Rizki Rizani Fachri, turut menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak jemaah menjadikan masjid sebagai ruang ibadah sekaligus tempat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Rizki merujuk pada praktik Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas umat, termasuk urusan sosial dan kemasyarakatan.
“Masjid tempatnya,” ujar Rizki, sebagaimana disampaikan dalam sambutannya.
Ia kemudian mendorong jemaah Masjid At Taqwa Mekar Asri 2 untuk terus memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan.
Masjid, kata dia, dapat dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran melalui majelis taklim, ceramah agama, diskusi keilmuan, serta kegiatan TPA atau TPQ bagi anak-anak.
Selain itu, masjid dapat berperan sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan. Penyaluran zakat, infak, sedekah, bantuan sembako, hingga musyawarah warga merupakan bagian dari aktivitas yang dapat memperkuat hubungan sosial di lingkungan perumahan.
Di tengah kehidupan permukiman yang terus berkembang, masjid tidak cukup hanya ramai ketika azan berkumandang. Ia juga perlu hadir ketika warga menghadapi persoalan, membutuhkan pertolongan, atau sekadar mencari ruang untuk bertemu dan berdialog.
Peringatan Maulid Nabi di At Taqwa Mekar Asri 2 pun menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk diceritakan dalam tausiah. Ia perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan: memperbanyak ibadah, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. (*






