Liputan

Saat Kicau Burung Menyatukan Tangerang, Denyut Ekonomi Ikut Bergerak

×

Saat Kicau Burung Menyatukan Tangerang, Denyut Ekonomi Ikut Bergerak

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah dan Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja bersama panitia serta peserta lomba Kucau Mania dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

JEJAK KATA, Tangerang – Minggu pagi di Highland Stadium, Talaga Bestari, Cikupa, tidak hanya dipenuhi suara manusia. Ratusan burung dari berbagai jenis saling bersahut-sahutan, seolah ikut merayakan Hari Bhayangkara ke-80. Di balik riuhnya arena Kicau Mania Kapolres Cup 2026, ada pesan yang ingin dibangun: persaudaraan tak selalu lahir dari ruang rapat, kadang cukup dimulai dari suara burung dalam sangkar.

Ajang yang digelar Polresta Tangerang itu berhasil menyedot perhatian komunitas pecinta burung dari berbagai daerah. Para peserta datang bukan sekadar memburu trofi, tetapi juga bertemu sesama penghobi dalam suasana yang penuh keakraban dan sportivitas.

Mewakili Bupati Tangerang, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menilai Kicau Mania kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat hubungan antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Polri.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri, khususnya Polresta Tangerang. Kicau Mania telah menjadi ajang yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan dan sportivitas,” ujar Soma.

Menurut dia, keamanan tidak selalu dibangun melalui penegakan hukum semata. Kedekatan, komunikasi, dan rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Soma menyebut sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Polresta Tangerang menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Ketika situasi tetap aman, aktivitas masyarakat dan roda pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Di balik riuhnya lomba burung berkicau, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak. Lapak-lapak UMKM, pedagang pakan burung, peternak, pengrajin sangkar, hingga pelaku usaha pendukung lainnya ikut merasakan manfaat dari ramainya peserta dan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Karena itu, Soma mengajak komunitas pecinta burung terus menjadikan hobi sebagai aktivitas yang sehat, produktif, sekaligus tetap menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa Kicau Mania Kapolres Cup bukan hanya soal menentukan burung dengan kicauan terbaik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah persaudaraan tetap terjaga dan sportivitas selalu dikedepankan,” kata Indra.

Ia juga mengapresiasi dukungan Forkopimda, panitia, sponsor, serta seluruh komunitas yang telah menyukseskan penyelenggaraan acara tersebut. Harapannya, sinergi yang telah terbangun dapat terus dipelihara demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang aman, damai, dan sejahtera.

Pada akhirnya, Kicau Mania Kapolres Cup memperlihatkan bahwa suara burung tak hanya menghibur telinga. Di tangan komunitas yang menjunjung sportivitas, kicauan juga mampu menjadi bahasa yang menyatukan masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan mendekatkan polisi dengan warga. Di arena ini, yang paling nyaring bukan hanya suara burung, melainkan semangat kebersamaan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *