Wisata dan Kuliner

Berburu Cenil dan Nostalgia Manis di Tengah Hiruk Pikuk CitraRaya

×

Berburu Cenil dan Nostalgia Manis di Tengah Hiruk Pikuk CitraRaya

Sebarkan artikel ini
Kuliner legendaris cenil, klepon dan ciwel

JEJAK KATA, Tangerang – Di tengah gempuran kopi kekinian, croffle, hingga dessert yang namanya kadang lebih panjang daripada daftar belanja, ternyata masih ada jajanan sederhana yang tak pernah kehilangan penggemarnya. Namanya cenil, klepon, dan ciwel. Tiga serangkai jajanan pasar yang usianya boleh tua, tetapi pesonanya tetap muda.

Bagi masyarakat Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, ketiga kudapan ini bukan sekadar makanan. Ia adalah mesin waktu. Sekali menggigit, kenangan masa kecil seolah ikut meledak di dalam mulut—lengket oleh parutan kelapa, manis oleh gula merah, dan hangat oleh cerita masa lalu.

Meski identik dengan tanah Jawa, popularitas cenil, klepon, dan ciwel telah merantau ke berbagai penjuru Nusantara. Tak terkecuali di Tangerang, kota yang lebih sering dijuluki Kota Seribu Pabrik. Di balik deretan kawasan industri dan ramainya lalu lintas, ternyata masih ada sudut yang setia menjaga cita rasa tradisional.

Setiap Minggu pagi, di Pasar Kaget kawasan City Market CitraRaya Tangerang, seorang pedagang menghadirkan kembali jajanan legendaris tersebut. Lapaknya memang sederhana, tetapi selalu berhasil menarik perhatian para pemburu sarapan dan pencinta nostalgia.

Tak sedikit warga yang sengaja mampir usai jogging. Setelah berkeringat mengelilingi kawasan, mereka menghadiahi diri dengan seporsi cenil, beberapa butir klepon yang siap “meledak” di mulut, atau ciwel yang kenyal dan legit. Bukankah hidup memang soal keseimbangan? Habis membakar kalori, lalu berdamai dengan gula merah.

Namun ada satu syarat jika ingin mencicipinya: jangan bangun kesiangan.

Lapak ini mulai buka sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Meski demikian, bukan hal aneh jika sekitar pukul 10.00 WIB dagangannya sudah ludes diserbu pembeli. Artinya, siapa cepat dia dapat. Siapa lambat, tinggal menyesal sambil melihat orang lain menikmati klepon yang lumer di mulut.

Jadi, jika akhir pekan sedang mencari alasan untuk bangun lebih pagi, mungkin bukan karena olahraga semata. Bisa jadi, alasannya sesederhana mengejar seporsi cenil, klepon, dan ciwel—jajanan lawas yang membuktikan bahwa kenikmatan tidak selalu harus mahal, dan nostalgia ternyata masih punya rasa yang sama seperti dulu. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *