JEJAK KATA, Tangerang – Aroma karet yang baru dipanaskan memenuhi ruangan. Deru mesin penggiling berputar tanpa henti, mengaduk bahan baku menjadi adonan yang kelak menjadi pijakan ribuan langkah manusia. Di sudut lain, bunyi logam dari mesin pres terdengar berulang-ulang, seolah menjadi irama keseharian para pekerja yang dengan cekatan mencetak sol-sol sepatu dari lembaran karet yang masih hangat.
Tak ada kemewahan di dalam pabrik itu. Yang terlihat justru ketekunan. Tangan-tangan terampil bekerja dalam ritme yang nyaris tak pernah putus. Sebagian memeriksa hasil cetakan, sebagian lain merapikan produk yang siap dikirim ke berbagai produsen alas kaki. Dari salah satu bangunan pabrik di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang itu, lahir komponen yang akan membawa langkah banyak orang ke berbagai penjuru Indonesia.
Di tengah aktivitas itulah, Sabtu, 1 Agustus 2026, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih hadir menyapa warganya yang memilih mengadu nasib di tanah rantau.
Kunjungan yang disambut oleh ketua dan pengurus Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) itu bukan sekadar seremonial. Ia menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, kampung halaman tetap memiliki tempat di dalam hati.
Perusahaan yang dikunjungi adalah PT Tata Laksana Sakti, milik Sukardiyo, putra Gunungkidul yang lebih akrab disapa Pakde Kardiyo. Dari pabrik inilah lahir ribuan sol sepatu berbahan karet yang dipasok untuk industri alas kaki, mulai dari pelaku usaha kecil hingga pabrikan berskala besar.
Endah menyampaikan apresiasinya kepada Pakde Kardiyo yang dinilai mampu membangun usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari seratus orang. Baginya, keberhasilan warga di perantauan adalah cerita yang layak dibanggakan. Lebih dari itu, pengalaman dan keberhasilan tersebut dapat menjadi energi baru bagi pembangunan Gunungkidul.
Karena itu, ia mengundang para perantau yang telah sukses untuk tidak ragu menanamkan investasi di tanah kelahiran.
“Kalau mau berekspansi, berinvestasi di Gunungkidul, saya sangat mendukung. Soal perizinan dan lain-lain, ini akan kita permudah,” ujar Endah.

Ajakan itu seakan menemukan jawabannya pada perjalanan hidup Pakde Kardiyo.
Siapa sangka, usaha yang kini mempekerjakan lebih dari seratus karyawan itu berawal dari modal sekitar Rp5 juta. Bukan modal besar yang mengantarnya hingga titik ini, melainkan keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi proses, dan keyakinan bahwa kerja keras akan menemukan jalannya sendiri.
“Alhamdulillah, awal pertama saya membuka usaha ini hanya bermodalkan lima juta. Namun seiring perjalanan waktu, bisa sampai sekarang, dan terus berjalan,” katanya.
Perjalanan itu belum berhenti. Jika dahulu PT Tata Laksana Sakti hanya dikenal sebagai produsen sol sepatu berbahan karet, kini Pakde Kardiyo mulai melangkah lebih jauh. Ia tidak lagi sekadar membuat bagian bawah alas kaki, tetapi mulai memproduksi produk jadi.
Ekspansi itu diwujudkan melalui produksi sandal gunung bermerek Ortler dan sepatu bermerek A-DHL. Langkah tersebut menjadi babak baru bagi perusahaan yang perlahan bergerak dari pemasok komponen menjadi produsen alas kaki dengan mereknya sendiri.
Di sela-sela suara mesin yang tak pernah berhenti bekerja, mimpi itu terus dibentuk—sama seperti karet yang dipres menjadi sepasang sol. Pelan, tetapi pasti.
Bagi Pakde Kardiyo, keberhasilan tidak boleh membuat seseorang lupa pada asal-usulnya. Karena itu, ia mengajak sesama warga Gunungkidul yang kini menetap di Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga silaturahmi dan bersama-sama ikut membangun daerah asal.
Baginya, kampung halaman bukan sekadar tempat dilahirkan, melainkan akar yang selalu memberi alasan untuk kembali, meski dalam bentuk yang berbeda: investasi, lapangan pekerjaan, pengalaman, dan kepedulian.
Di tengah dentuman mesin industri yang membentuk sol-sol sepatu, tersimpan kisah yang jauh lebih besar daripada sekadar proses produksi. Kisah tentang seorang perantau yang memulai dari keterbatasan, bertumbuh melalui ketekunan, lalu bermimpi agar keberhasilannya kelak ikut menjadi pijakan bagi kemajuan tanah kelahirannya. (*







Sukses selalu PT tata laksana sakti bersama bpk sukardio..
Orang baik akan selalu mendapat keberkahan yg baik pula..
God bless…..!
Luar Biasaa Bapak Sukardiyo mugi sehat selalu, dikelilingi orang baik, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Aamiin..
Lancarr Jayaa, sukses selalu PT. Tata Laksana Sakti
Mantabbbb, sukses dan berkah selalu Bpk Sukardiyo dan PT. TLS.
Semakin bermanfaat untuk org banyak.
Aamiin