JEJAK KATA, Jakarta—Malam belum sepenuhnya beranjak ketika api mulai menguasai Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026. Sekitar pukul 21.00, kobaran terlihat dari gedung bertingkat itu. Empat puluh menit kemudian, petugas pemadam mulai berjibaku.
Api tidak berhenti di satu titik. Kobaran meluas dari lantai 11 hingga lantai 16. Ketinggian bangunan membuat pemadaman membutuhkan peralatan khusus. Tiga unit bronto skylift dikerahkan untuk menjangkau bagian gedung dari luar.
Sebanyak 185 personel Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta bekerja memadamkan api sekaligus mencegah rambatan ke bagian lain gedung.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan bahwa angin menjadi salah satu kendala. Hembusan yang cukup kencang membuat api berpotensi kembali muncul di bagian yang sebelumnya telah dipadamkan.
Di tengah operasi tersebut, satu pekerja yang sedang melakukan renovasi di lantai 15 berhasil dievakuasi. Pekerja itu kemudian dibawa ke rumah sakit.
Keberadaan pekerja renovasi di lantai yang terdampak kebakaran menjadi salah satu bagian penting yang perlu ditelusuri. Apa jenis pekerjaan yang sedang dilakukan? Bagaimana kondisi area yang direnovasi? Apakah aktivitas renovasi memiliki kaitan dengan munculnya api? Pertanyaan-pertanyaan itu belum dapat dijawab pada malam kejadian dan tidak boleh disimpulkan sebelum penyelidikan selesai.
Kondisi fisik dan sistem keselamatan gedung juga menjadi konteks yang tak kalah penting. Kebakaran yang menjalar hingga enam lantai menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana sistem proteksi kebakaran bangunan bekerja ketika api muncul: mulai dari deteksi dini, alarm, jalur evakuasi, hingga akses petugas pemadam menuju lantai yang terbakar.
Namun, pertanyaan tersebut masih menunggu pemeriksaan teknis. Hingga Sabtu dini hari, petugas belum memastikan dari lantai mana api pertama kali muncul karena proses pendinginan masih berlangsung.
Di luar gedung, operasi pemadaman berjalan bersamaan dengan pengamanan kawasan. Polda Metro Jaya menyiagakan sekitar 125 personel, sedangkan Kodim 0501/Jakarta Pusat mengerahkan 50 personel.
Jalan Abdul Muis ditutup dari sejumlah arah, termasuk dari Harmoni dan Budi Kemuliaan. Polisi memastikan akses kendaraan pemadam dan ambulans tidak terganggu serta meminta warga menjauh dari lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, mengatakan polisi telah meminta keterangan awal dari sekitar 10 orang. Pemeriksaan terhadap saksi lain akan dilanjutkan untuk mengetahui rangkaian kejadian sejak api pertama kali terlihat.
Pada tahap ini, kebakaran Gedung Bapenda bukan hanya soal seberapa luas api membakar bangunan. Setelah api padam, pertanyaan yang lebih penting justru dimulai: dari mana api berasal, bagaimana ia bisa menjalar enam lantai, dan apakah seluruh sistem keselamatan gedung bekerja sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran dan jumlah korban masih dalam pendalaman. Jawaban atas pertanyaan itu baru dapat diperoleh setelah petugas menyelesaikan pendinginan dan pemeriksaan di lokasi. (*






