JEJAK KATA, Serang — Di jalan tol, keadaan darurat tidak selalu datang dengan jadwal yang rapi. Kecelakaan, kebakaran, hingga tumpahan bahan berbahaya bisa terjadi ketika lalu lintas sedang padat dan waktu menjadi faktor yang menentukan.
Karena itu, kesiapan tak cukup hanya tersimpan dalam buku prosedur.
Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak atau Astra Tol Tamer menggelar Workshop dan Drill Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) untuk menguji kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan workshop pada 21 Agustus 2026 di kantor operasional Astra Tol Tamer, lalu dilanjutkan simulasi lapangan di Rest Area KM 68 arah Merak pada 28 Agustus 2026.
Dalam workshop, peserta mendapat pembekalan mengenai penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, penanganan medis darurat, serta pemadaman kebakaran. Materi itu kemudian diuji melalui simulasi di lapangan.
Latihan tersebut bukan sekadar mengulang teori. Simulasi dirancang untuk melihat seberapa cepat personel mengambil keputusan, bagaimana koordinasi dilakukan, dan apakah prosedur yang selama ini tersusun rapi benar-benar dapat bekerja ketika keadaan berubah menjadi genting.
Direktur Operasi Astra Tol Tamer, Wisnu Prabakti, mengatakan latihan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman dan koordinasi tim dalam menghadapi kondisi darurat.
“Melalui workshop dan drill, kami ingin memastikan pemahaman tim dapat diterapkan secara langsung, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak,” kata Wisnu.
Skenario yang diuji mencakup potensi kecelakaan kendaraan hingga kondisi darurat akibat tumpahan bahan berbahaya dan beracun atau B3. Risiko semacam ini memerlukan respons yang tidak bisa ditangani satu pihak saja.
Sejumlah unsur dilibatkan sebagai pengamat, mulai dari SAR Astra Infra, tim kesehatan dan keselamatan Astra Tol Tamer, BPBD, rumah sakit di sekitar ruas tol, hingga unsur kepolisian. Mereka meninjau jalannya simulasi dan mengevaluasi kesiapan tim.
Rescuer Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Vicky, menilai latihan bersama menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanganan darurat di wilayah Banten.
“Sinergi antarstakeholder perlu terus diperkuat. Pelaksanaan KTD hari ini sudah berjalan dengan baik dan ke depan dapat terus ditingkatkan agar respons terhadap kondisi darurat semakin optimal,” ujarnya.
Bagi pengguna jalan, latihan seperti ini mungkin hanya berlangsung di balik pagar rest area dan tidak selalu terlihat dari balik kaca kendaraan. Namun, dalam keadaan darurat sesungguhnya, koordinasi yang dilatih berulang kali itulah yang diuji.
Sebab, di jalan tol, prosedur boleh tersimpan dalam dokumen. Tetapi ketika keadaan genting datang, yang dibutuhkan bukan sekadar prosedur yang lengkap—melainkan orang-orang yang tahu apa yang harus dilakukan. (*






