Liputan

Siap, Grak! Festival Baris-Berbaris Pelajar di Kabupaten Tangerang Digelar

×

Siap, Grak! Festival Baris-Berbaris Pelajar di Kabupaten Tangerang Digelar

Sebarkan artikel ini
Penampilan salah satu peserta Festival Baris-berbaris Kabupaten Tangerang 2026 | FOTO: Dok. Kominfo Kabupaten Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Langkah-langkah tegap menghentak lapangan. Suara aba-aba meluncur lantang, memecah udara pagi di SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Sabtu, 29 Agustus 2026. Barisan demi barisan bergerak serempak, seolah satu tubuh dengan puluhan kaki.

Seragam pun menjadi bagian dari pertunjukan. Ada peserta yang tampil gagah dalam balutan kostum menyerupai pejuang tempo dulu. Sebagian lain mengenakan pakaian yang mengingatkan pada serdadu negeri Cina. Festival Baris-Berbaris Kabupaten Tangerang 2026 tak sekadar menyuguhkan ketepatan langkah, tetapi juga kreativitas yang membuat lapangan sekolah berubah seperti panggung kecil parade sejarah.

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Mereka datang membawa formasi, kekompakan, dan suara komando yang telah berulang kali dilatih.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang membuka festival itu, mengatakan, baris-berbaris bukan semata soal langkah tegap, belok kanan, atau belok kiri. Di balik gerakan yang tampak sederhana itu, menurut dia, terdapat latihan disiplin, fokus, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan kerja sama.

“Ini jauh lebih besar dari sekadar menyamakan langkah,” kata Maesyal.

Ia berharap disiplin yang ditempa di lapangan tidak berhenti ketika peluit pertandingan dibunyikan. Sikap menghargai waktu, menaati aturan, pantang menyerah, dan kemampuan bekerja bersama, menurut dia, menjadi bekal yang dibutuhkan generasi muda di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat.

Di hadapan para pelajar, Maesyal juga mengingatkan bahwa mereka adalah bagian dari generasi yang akan membawa Kabupaten Tangerang dan Indonesia menuju 2045. Kecerdasan akademis, kata dia, perlu berjalan bersama karakter, daya saing, mental juang, dan kepercayaan diri.

Namun, sepanjang festival berlangsung, masa depan itu tampaknya dimulai dari hal yang sederhana: satu langkah, satu komando, dan puluhan orang yang belajar bergerak ke arah yang sama.

Menang dan kalah, seperti lazimnya sebuah perlombaan, akan tercatat di papan hasil. Tetapi bagi para peserta, barangkali yang lebih lama tinggal adalah pengalaman berdiri dalam satu barisan, menjaga ritme, dan belajar bahwa kekompakan kadang dimulai dari menyamakan langkah. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *