Selain pendidikan pokok seperti yang tertuang dari program kurikulum, kegiatan ekstrakulikuler juga menjadi salah satu penunjang untuk memajukan potensi anak didik di sekolah tersebut. Mulai dari olahraga, seni budaya, serta komptensi lainnya. Untuk olahraga seperti bola volly, beladiri dan lainnya, menurut Susilo selalu menorehkan prestasi. Dan ini juga menjadi penyemangat serta motivasi bagi para siswa/siswi sekolah tersebut.
Dalam seni budaya, kata Susilo, Sekolah Citra Nusantara juga mengajarkan anak didiknya untuk mencintai seni dan tradisional Nusantara, baik seni budaya lokal Tangerang maupun seni dan tradisi yang dibawa oleh masyarakat urban ke daerah berjuluk kota seribu pabrik itu. Gamelan, misalnya, ini menjadi salah satu ekstrakulikuler favorit yang banyak disukai. Dan, seni musik tradisi yang berakar pada seni musik tradisional Jawa ini, dimainkan oleh siswa/siswi dari berbagai daerah yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Untuk program jurusan bagi SMK sendiri, menurut Susilo, ada sembilan program unggulan, mulai dari: multi media, teknik komputer jaringan, otomotif, perbengkelan, elektronik, akutansi, perhotelan dan pariwisata. Untuk menunjang kompetensi bagi siswa/siswi jurusan pariwisata dan perhotelan, SMK Citra Nusantara juga memiliki laboratorium perhotelan serta laboratorium bahasa, yang dalam hal ini selain bahasa Inggris adalah bahasa Jepang dan Mandarin.
“Untuk jurusan pariwisata dan perhotelan ini, di Kabupaten Tangerang baru ada dua, pertama di SMK Negeri 7 dan kami dari SMK Citra Nusantara juga sudah ada. Dan ini dilengkapi dengan laboratorium perhotelan dan bahasa,” paparnya.
Susilo menjelaskan, dibentuknya jurusan pariwisata dan perhotelan ini karena melihat potensi SDM di bidang ini masih sangat minim, dan SDM pariwisata serta perhotelan di wiayah Kabupaten Tangerang ini masih mengambil dari daerah lain.







