Ia juga menyambut baik program penataan kawasan itu oleh pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan Pemkab Tangerang. Karena, selain menjadi bersih. Dia juga berharap, dengan ditatanya Kawasan Wisata Urban Aquaculture Ketapang Mauk ini, ada sumber perekonomian baru bagi mereka. Karena menurut Rodiah, petani kerang hijau di wilayah ini sangat bergantung pada tengkulak, yang hanya membeli Rp20 ribu per-ember untuk kerang hijau yang belum dikupas. Selebihnya, isteri-isteri nelayan atau ibu-ibu yang berada di kawasan itu menjual jasa mengupas kerang hijau.
“Ya kalau sekarang kita masih tetap begini (mengupas kerang hijau-red), cuman sementara pindah, karena tempatnya masih dibangun. Kalau nantinya seperti apa, ya kita ngikut aja, yang penting masih bisa usaha, karena kebutuhannya kan semakin hari semakin banyak,” katanya.
Dilansir dari ciptakarya.go.id, penataan Kawasan Ketapang ini merupakan salah satu Program Kotaku (NSUP) yang dicanangkan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, yang dilakukan secara berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan kumuh.
Implementasi Comander Wish Kapolda Banten Guyub TNI Polri di Panongan
Sementara itu, berdasarkan release yang diterima redaksi jejakkata.news dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang, 03 Oktober 2022 kalu, Kawasan Wisata Urban Aquaculture Ketapang ini akan menjadi salah satu lokasi kunjungan pada perhelatan Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) pada Oktober 2022 mendatang.







