Jejak KataSeni dan Hiburan

Terungkap, Penyebab Pemain Kuda Lumping “Ndadi” Alias Kesurupan

×

Terungkap, Penyebab Pemain Kuda Lumping “Ndadi” Alias Kesurupan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Para penari jathil perempuan di Tangerang sedang mempersiapkan diri sebelum menggelar pentas.

Kesenian rakyat yang saat ini, sekarang sudah menyebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk wilayah Tangerang sebagai daerah industri, bahkan beberapa negara di luar negeri, seperti; Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea dan Suriname. Suriname dan Malaysia dapat ditemukan banyak kelompok seni kuda lumping.

Wajib Tahu! Kondisi Jakarta Hari Ini Menurut BMKG

Di Tangerang, kesenian kuda lumping ini dibawa oleh kaum urban dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menggantungkan hidup sebagai buruh di daerah berjuluk kita seribu pabrik.

Kesenian kuda lumping ini identik dengan atraksi heroik, dimana pemainnya menari dengan kesurupan atau dengan istilah lain “ndadi”. Bahkan tak jarang muncul atraksi makan beling, api dan lain sebagainya.

Menelusuri Jamur Tandan Kosong Kelapa Sawit di Lampung Tengah

Dilansir dari jaranan.web.id/, untuk bisa kesurupan atau ndadi mabuk jaranan (jathilan) ternyata ada caranya; bisa menggunakan mantera kesurupan, ada juga yang tidak. Karena dalam hal kesurupan atau mabuk jaranan setidaknya 4 hal yang sangat sering digunakan, pertama kesurupan dengan kosentrasi, kesurupan dengan tarian pembuka jaranan, kesurupan dengan mantra, kesurupan dengan bantuan pawang atau orang yang telah duluan mabuk jaranan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *