“Kalau normalnya dua kali setahun kita panen, tapi kalau dipaksakan bisa tiga kali, hanya saja yang ketiga hasilnya kurang bagus,” katanya.
Untuk pengairan pertanian sendiri, menurut Osep, petani memanfaatkan air melalui sistem pompanisasi.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Minamarga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang yang telah menormalisasi saluran pembuang Cikuil. Karena melalui program normalisasi itu, kata Osep, telah meningkatkan produktivitas 300 hektar lahan pertanian di desa tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang H.Dedi Sukardi untuk wilayah Kecamatan Mauk tepatnya pada saluran Cikait/Cikuil, sejak tahun 2019 hingga 2022 telah melakukan nomrmalisasi sepanjang 6,05 kilometer. Saluran ini meliputi daerah persawahan. Sehingga, selain mengurai persoalan banjir, air yang mengalir dari hulu ke hilir bisa dimanfaatkan oleh para petani di sawah.






