“Di era disrupsi informasi ini, di mana platform dan pelaku informasi digital menggantikan platform dan pelaku informasi konvensional atau tradisional, hubungan baik masyarakat pers kedua negara semakin diperlukan. Jangan sampai hubungan baik ini dirusak oleh ujaran kebencian dan kabar tidak benar yang hanya bertujuan untuk mendramatisir suasana,” ujar Teguh.
Teguh ikut mengawali kerjasama JAK dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dimulai tahun 2013. Ketika itu dirinya adalah Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat.
Maesyal Rasyid Sarapan Nasi Uduk di Pasar Bukit Gading Balaraja
Selain itu, Teguh juga beberapa kali diundang JAK untuk menghadiri Konferensi Wartawan Dunia yang digelar JAK setiap tahun baik sebagai peserta aktif maupun pembicara. Di tahun 2014 Teguh diundang untuk menjadi pembicara mengenai perkembangan pers di Indonesia dan di tahun 2019 dia menjadi salah seorang pembicara kunci mengenai peran serta masyarakat pers dalam mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Bulan Juni lalu Teguh ikut mengujungi Korea Selatan bersama delegasi PWI. (*






