JEJAK KATA, Tangerang – Lukisan dengan media kanvas atau kertas, sudah biasa. Tapi bagaimana jika lukisan itu medianya atap rumah atau genteng? Itulah karya Sasongko, seniman asal Solo yang saat ini berkesenian di Tangerang!
Dengan menggunakan genteng, Sasongko mampu menuangkan ide dan gagasannya lewat karya yang unik dan menarik. Kali ini, karya Sasongko dipamerkan dalam KulinAsia, event kuliner bergengsi di CitraRaya Square dari Jumat 16 Mei hingga Minggu 1 Juni 2025.
Sasongko mengungkapkan, melukis pada media genteng tidak sekadar sensasi atau kreativitas biasa. Tapi ada pesan moral yang ingin dia sampaikan.
Sarjana Design Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini juga menyebut, filosofi genteng, terutama pada bangunan tradisional, seringkali memiliki makna yang mendalam dan terkait dengan berbagai aspek kehidupan. Genteng, sebagai bagian utama dari atap, berfungsi sebagai pelindung dari berbagai kondisi cuaca. Selain itu, genteng juga dapat memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kedewasaan, perlindungan, dan keseimbangan.
Jadi, kata Sasongko, seni tidak sekadar harmonisasi antara bentuk dan warna, tetapi juga bagaimana bagian dari ekologi lewat cipta, rasa dan karsa.
Untuk lukisan genteng karya Sasongko ini, dibandrol dengan harga Rp 250ribu. Untuk lukisan genteng ini sendiri, biasanya lukisan wajah atau potret.
Bagaimana, kalian tertarik punya koleksi lukisan genteng karya Sasongko? Ajak keluarga dan teman dekat kamu ke KulinAsia, di CitraRaya Square-Tangerang sambil menikmati aneka kuliner kekinian yang lezat dan jos gandoss! Lukisan genteng ada di both “Mardi Gras Eco Art”. (*






