Soft NewsJejak Kata

Ortler, Sandal yang Tak Banyak Gaya Tapi Siap Diajak Bertualang

×

Ortler, Sandal yang Tak Banyak Gaya Tapi Siap Diajak Bertualang

Sebarkan artikel ini
Sandal gunung Ortler

JEJAK KATA, Tangerang – Ada dua jenis orang ketika hendak naik gunung. Yang pertama sibuk memilih spot foto. Yang kedua sibuk memastikan sandal cadangannya tidak putus di tengah perjalanan. Sebab, tak ada yang lebih menyebalkan daripada harus berjalan pincang hanya karena seutas tali sandal memutuskan pensiun dini.

Di tengah menjamurnya merek perlengkapan outdoor dengan harga yang kadang bikin dompet ikut mendaki, Sandal Gunung Ortler hadir dengan pendekatan yang lebih membumi. Ia tidak menawarkan gengsi, tetapi fungsi.

Harganya pun ramah di kantong, bisa dicek di toko online. Nominal yang membuat banyak orang berpikir, “Kalau rusak pun tidak terlalu menyakitkan.” Namun justru di situlah kejutan dimulai. Sandal lokal ini ternyata cukup tangguh untuk menemani berbagai aktivitas luar ruang.

Sol karetnya dibuat tebal dengan pola bergerigi sehingga memiliki daya cengkeram yang baik di permukaan basah maupun berbatu. Dipadukan bantalan EVA Pailon yang empuk, langkah terasa lebih nyaman meski dipakai berjam-jam. Bobotnya sekitar 700 gram sepasang, cukup ringan untuk diselipkan ke dalam ransel tanpa membuat bahu merasa sedang membawa beban hidup.

Pilihan modelnya juga beragam. Ada seri Traya dengan tali webbing yang dapat disesuaikan mengikuti bentuk kaki sehingga lebih mantap saat melintasi jalur berbatu atau tanah yang licin. Bagi penyuka model praktis, tersedia seri Tarantula bergaya sandal jepit dengan sol yang tetap kokoh. Sementara mereka yang ingin tampil sedikit lebih berani bisa melirik seri Extreme Sole dengan warna hijau army atau merah bata.

Meski namanya sandal gunung, jangan buru-buru mengajaknya menaklukkan tebing terjal. Sandal ini bukan pengganti sepatu tracking untuk pendakian ekstrem. Ibarat pemain cadangan yang selalu siap dipanggil, perannya justru sangat penting saat berkemah, berjalan di sekitar area tenda, menyusuri sungai, atau memberi kesempatan kaki “bernapas” setelah seharian terkurung di dalam sepatu.

Di luar dunia pendakian, Ortler juga nyaman dipakai untuk traveling, berburu kuliner, hingga menemani aktivitas sehari-hari. Desainnya yang sederhana membuatnya tidak terlihat berlebihan, tetapi tetap fungsional.

Barangkali itulah kelebihan produk yang dibuat dengan memahami kebutuhan penggunanya. Ia tidak sibuk tampil paling keren atau paling mahal. Cukup menjadi sandal yang nyaman, kuat, tidak licin, dan tidak membuat pemiliknya panik ketika jalanan berubah menjadi becek.

Karena pada akhirnya, sebuah perjalanan yang menyenangkan bukan selalu soal mencapai puncak. Kadang, cukup melangkah dengan alas kaki yang bisa dipercaya. Dan untuk urusan itu, Sandal Gunung Ortler tampaknya layak mendapat tempat di daftar perlengkapan sebelum petualangan berikutnya dimulai. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *